Tuesday, 29 September 2009

PASKIBRAKA JAWA TENGAH 2009


Inilah pengalaman yang tidak akan terlupakan sampai kapanpun karena pengalaman ini hanya satu kali dalam semumur hidup, ini pengalaman saya mengikuti pelatihan PASKIBRAKA TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH 2009, mungkin pengalaman ini pengalaman yang sangat indah bagi saya, saya mengikuti pelatihan selama kurang lebih hampir 3minggu.
Saya mengikuti pelatihan karena saya lolos dalam seleksi pertama untuk mewakili kabupaten blora, seleksi diadakan di dinas budaya dan pariwisata kab.blora selama 1 hari bersama teman-teman saya pasukan 8..... ketika itu saya tidak menyangka dapt lolos padahal teman-teman saya sangat pintar dan fisiknya ok...
tapi tidak disangka saya
yang lolos perasaan saya sangat senang sekali pokoknya campur aduk....
dan hari ditunggu telah tiba seleksi tingkat provinsi.. hari itu saya ke semarang dengan teman saya dari blora juga tapi cewek, tempat seleksi tingkat provinsi di SEMRANG saya lupa tempatnya seleksi diadakan selama 2 hari.
Disana yang diujikan meliputi:
1. kemampuan berbahasa inggris
2. kemampuan baris-berbaris
3. test fisik
4. wawncara
5. tes jasmani dan rohani
itulah macam-macam test yang diujikan untuk dapat mengikuti pelatihan.
Setelah saya melewati semua test itu saya menunggu hasil pengumuman yang akan diberitahukan, ternyata pengumumannya tidak hari itu melainkan 2 minggu setelah test dilaksanakan, saya harap-harap cemas karena saya ingin sekali mengikuti pelatihan itu. ternyata hari pengumuman telah tiba dan saya diterima.
Begitu bahagianya saya.......

Friday, 18 September 2009

MULTIMEDIA SMK 1 BLORA


Inilah sebuah jurusan terbaru SMK 1 BLORA yaitu MULTIMEDIA yang baru dikembangkan selama 3 tahun sekarang, jadi tahun 2010 SMK 1 BLORA akan meluluskan pertama kalinya siswa multimedia...
mungkin multimedia menurut teman-teman adalah jurusan yang hanya buat orang kaya..?
ITU SALAH karena jurusan multimedia dapat ditempati oleh semua orang asal seseorang itu mempunya dasar anak yang kreatif, ulet dan tidak mudah putus asa...
Multimedia diSMK 1 BLORA mempelajari semua alat elektronik termasuk kamera video shooting, kamera digital, komputer dan desain grafis...
MULTIMEDIA dapat juga diartikan banyak media jadi kita dituntut untuk dapat menggunakan peralatan itu semaximal mungkin....
Sekarang Dunia MULTIMEDIA peluang usahanya sangat besar.. semoga MULTIMEDIA SMK 1 BLORA berkembang dan maju terus........

Lihatlah Rakyatmu Indonesiaku



Sebuah sejarah telah terukir dibenak bangsa indonesia, kita telah merdeka selam 64 tahun, mengapa pemerintah indonesia belum bisa memerdekakan rakyatnya......
dari kemiskinan, keterpurukan dalam pendidikan.....
Indonesia adalah bangsa yang besar, mempunyai banyak potensi alam yang sangat melimpah... Indonesia belum bisa mengelola sendiri potensi alam itu sehingga lihatlah rakyatmu yang sekarang sangat membutuhkan uluran tangan.. andai saja indonesia dapat mengelola sendiri pasti bangsa indonesia akan makmur..sejahtera.. dan rakyat akan tersenyum bahagia......
Kemerdekaan ke-64 semoga Indonesia semakin makmur dan dapat mandiri.......

INDONESIA NEGARAKU


Akhirnya pemerintah sadar juga kalau selama ini cuek dengan kebudayaannya sendiri, akhirnya pemerintah tahu diri juga melihat banyak kebudayaan Indonesia yang dicaplok negara lain, bahkan pulaupun sudah diperdagangkan seperti kasus jual beli pulau di internet beberapa waktu lalu. Dan kesadaran itu akhirnya diwujudkan dari peresmian tahun 2008 sebagai tahun pariwisata Indonesia.terbukti hanya Sumatera Selatan saja satu satunya provinsi yang ikut meramaikan ajang ini, dapat dilihat dari program pariwisata mereka. Padahal Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah negara yang paling kaya sekali dengan kebudayaan dan pariwisata. Apakah pemerintah daerah juga masih moh (ga mau) atau acuh tak acuh pada kebudayaan daerahnya sendiri? Atau hanya pusing memikirkan Politik dan birokrasi pemerintahan. Seberapa sibuknya kah sampai kebanggaan daerahnya sendiri saja lupa.

Rini Hasan – psikolog ternama yang menjadi narasumber saat itu – mengatakan bahwa hanya dua jenis industri yang masih akan terus booming di masa yang akan datang, yaitu Telekomunikasi dan Pariwisata. Ketika dunia semakin global dan ujung bumi yang satu dengan ujung bumi yang lain hanya dianggap sebagai small village dimana masyarakat akan terus berpergian dan membutuhkan komunikasi tanpa batas, maka pantaslah kedua industri ini akan terus menjadi primadona.

Indonesia sangat kaya pesona alam dan pariwisata, apabila diukur dari melimpahnya potensi sumber daya alam dan budaya yang ada, Indonesia dengan core product wisata yang beragam mulai dari seni budaya yang melimpah, beratus-ratus ribu keanekaragaman hayati dari laut hingga eksotisme daratan yang spektakuler tersebar merata di pulau-pulau Indonesia, serta adanya produk mix seperti world heritage site, culture based tourism, tropical beaches and spa, museum and galleries, adventure style holiday,special interest seperti ecotourism dan menjamurnya shopping mall terbaik se Asia di Jakarta. Maka layaklah Indonesia menyandang posisi sebagai negara terkaya dan terindah diseluruh dunia.

Wednesday, 16 September 2009

SEJARAH SMK 1 BLORA


SMK Negeri 1 Blora pertama kali diresmikan pada tanggal 11 Maret 1985, dimana sebelumnya dikenal dengan nama STM Pemda, yang pada Rata Penuhsaat itu masih berdomisili di Jalan Achmad Yani No 36 A Blora.

Saat itu STM Negeri hanya mempunyai 2 jurusan yaitu Jurusan Bangunan dan Jurusan Listrik.
Pada perkembangan selanjutnya atas bantuan ADB ( Asian Devlopment Bank ) diarahkan untuk menjadi STM percontohan se Jawa Tengah dengan lokasi baru di Jalan Gatot Subroto Km 4,1 Maguwan Blora. Dengan luas tanah ± 4,0473 hektar berdiri megah STM Negeri yang sekarang dikenal dengan nama SMK NEGERI 1 BLORA dengan 9 bidang keahlian serta fasilitas perbengkelan dan peralatan yang cukup memadai untuk masa kini.
Salah satu tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi tenaga kerja di Dunia Usah atau di Dunia Industri.pada saat ini dan pada masa yang akan datang.


Kegiatan Anak MULTIMEDIA SMK 1 BLORA


Inilah salah satu kegiatan siswa-siswi multimedia smk 1 blora, kegiatan ini berlangsung waktu diadakannya pameran pendidikan 2009 di kab.blora
Dikegiatan inilah siswa-siswi multimedia smk 1 blora menunjukan keahliannya dalam mengoperasikan kamera video MD 9000 dan MD 10000, Diajang ini siswa juga dituntut untuk lebih kreatif, dan mahir mengoperasikan kamera video. Disini siswa-siswi juga mengoperasikan kamera digital untuk mefoto dan juga mengoperasikan alat yang sering digunakan dalam editing film.
Kreatifitas siswa-siswi Multimedia SMK 1 BLORA juga harus dituntut dengan alat-alat yang memadai karena Multimedia adalah salah satu jurusan yang peralatannya modern-modern, dan tiap tahun pasti ada yang baru yang lebih modern lagi oleh karena itu Multimedia juga harus dituntut dengan peralatan yang memadai. sekian dan terimakasih

Sunday, 13 September 2009

Pintu Gerbang SMP 1 Randublatung


Inilah Pintu gerbang SMPN 1 Randublatung,disinalah aq menuntut ilmu selama 3 tahun, disini saya mulai belajar disiplin dan tanggung jawab, oleh karena itu saya dapat mengikuti pelatihan Paskibraka JAWA TENGAH 2009, disekolah ini saya juga mempunyai teman2 yang baik n gokil abis, SMPN 1 Randublatung adalah salah satui SMP yang BERstandar Nasional atau yang sering disebut SMP SSN, SMPku juga merintis SMP bertaraf Internasional atau sering disebut SMP RSBI, SMPku juga sudah merintis RSBI selama 3 tahun ini dan mau meluluskan siswa RSBI, diSMPku hanya 2-3 klas RSBI dari kelas 1,2,3 jadi total kelas RSBI sekitar 6-9 klas RSBI, Semoga aja sekolahku benar-benar menjadi sekolah yang bertaraf internasional tau SMP SBI.
Sekarang saya bersekolah di SMK 1 BLORA yang sudah akan menuju SBI... Disekolah saya atau di SMK 1 BLORA saya sangat gembira karena disekolah inilah Prestasi saya mulai meningkat. sekian cerita pendek saya.

Saturday, 12 September 2009

MASYARAKAT ASLI BLORA


Masyarakat Samin adalah suku pedalaman yang ada di daerah Blora, kota kecil di Jawa Tengah. Sebagai orang yang sempat tinggal di daerah Jawa Tengah, saya lumayan akrab dengan kata “samin”. Kata ini biasanya berkembang fungsinya dalam percakapan sehari-hari sebagai ejekan yang artinya “gila”.

Wong Samin, begitu orang menyebut mereka. Masyarakat ini adalah keturunan para pengikut Samin Soersentiko yang mengajarkan sedulur sikep, dimana dia mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain diluar kekerasan. Bentuk yang dilakukan adalah menolak membayar pajak, menolak segala peraturan yang dibuat pemerintah kolonial. Masyarakat ini acap memusingkan pemerintah Belanda maupun penjajahan Jepang karena sikap itu, sikap yang hingga sekarang dianggap menjengkelkan oleh kelompok diluarnya. Masyarakat Samin sendiri juga mengisolasi diri hingga baru pada tahun 70an mereka baru tahu Indonesia telah merdeka. Kelompok Samin ini tersebar sampai pantura timur Jawa Tengah, namun konsentrasi terbesarnya berada di kawasan Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur yang masing-masing bermukim di perbatasan kedua wilayah. Jumlah mereka tidak banyak dan tinggal dikawasan pegunungan Kendeng diperbatasan dua propinsi. Kelompok Samin lebih suka disebut wong sikep, karena kata Samin bagi mereka mengandung makna negatif. Orang luar Samin sering menganggap mereka sebagai kelompok yang lugu, suka mencuri, menolak membayar pajak, dan acap menjadi bahan lelucon terutama dikalangan masyarakat Bojonegoro. Pokok ajaran Samin Surosentiko (nama aslinya Raden Kohar, kelahiran Desa Ploso Kedhiren, Randublatung, tahun 1859, dan meninggal saat diasingkan ke Padang, 1914) diantaranya:• Agama adalah senjata atau pegangan hidup. Paham Samin tidak membeda-bedakan agama, yang penting adalah tabiat dalam hidupnya.• Jangan mengganggu orang, jangan bertengkar, jangan irihati dan jangan suka mengambil milik orang lain.• Bersikap sabar dan jangan sombong.• Manusia harus memahami kehidupannya, sebab roh hanya satu dan dibawa abadi selamanya.• Bila orang berbicara, harus bisa menjaga mulut, jujur dan saling menghormati. Orang Samin dilarang berdagang karena terdapat unsur ‘ketidakjujuran’ didalamnya. Juga tidak boleh menerima sumbangan dalam bentuk apapun.Masyarakat Samin terkesan lugu, bahkan lugu yang amat sangat, berbicara apa adanya, dan tidak mengenal batas halus kasar dalam berbahasa karena bagi mereka tindak-tanduk orang jauh lebih penting daripada halusnya tutur kata. Kelompok ini terbagi dua, yakni Jomblo-ito atau Samin Lugu, dan Samin sangkak, yang mempunyai sikap melawan dan pemberani. Kelompok ini mudah curiga pada pendatang dan suka membantah dengan cara yang tidak masuk akal. Ini yang sering menjadi stereotip dikalangan masyarakat Bojonegoro dan Blora. Mereka melaksanakan pernikahan secara langsung, tanpa melibatkan lembaga-lembaga pemerintah bahkan agama, karena agama mereka tidak diakui negara. Mereka menganggap agamanya sebagai Agama Adam, yang diterapkan turun temurun. Dalam buku Rich Forests, Poor People – Resource Control and Resistance in Java, Nancy Lee Peluso menjelaskan para pemimpin samin adalah guru tanpa buku, pengikut-pengikutnya tidak dapat membaca ataupun menulis. Suripan Sadi Hutomo dalam Tradisi dari Blora (1996) menunjuk dua tempat penting dalam pergerakan Samin: Desa Klopodhuwur di Blora sebelah selatan sebagai tempat bersemayam Samin Surosentiko, dan Desa Tapelan di Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, yang memiliki jumlah terbanyak pengikut Samin. Mengutip karya Harry J. Benda dan Lance Castles (1960), Suripan menyebutkan, orang Samin di Tapelan memeluk saminisme sejak tahun 1890. Dalam Encyclopaedie van Nederlandsch Indie (1919) diterangkan, orang Samin seluruhnya berjumlah 2.300 orang (menurut Darmo Subekti dalam makalah Tradisi Lisan Pergerakan Samin, Legitimasi Arus Bawah Menentang Penjajah, 1999, jumlahnya 2.305 keluarga sampai tahun 1917, tersebar di Blora, Bojonegoro, Pati, Rembang, Kudus, Madiun, Sragen, dan Grobogan) dan yang terbanyak di Tapelan. Sebagai gerakan yang cukup besar saminisme tumbuh sebagai perjuangan melawan kesewenangan Belanda yang merampas tanah-tanah dan digunakan untuk perluasan hutan jati pada zaman penjajahan di Indonesia. Sekitar tahun 1900, mandor hutan yang menjadi antek Belanda mulai menerapkan pembatasan bagi masyarakat dalam soal pemanfaatan hutan. Para mandor itu berbicara soal hukum, peraturan, serta hukuman bagi yang melanggar. Tapi para saminis, atau pengikut Samin, menganggap remeh perkara itu. Sosialisasi hukum itu lantas ditindaklanjuti pemerintah Belanda dengan pemungutan pajak untuk air, tanah, dan usaha ternak mereka. Pengambilan kayu dari hutan harus seizin mandor polisi hutan. Pemerintah Belanda berdalih semua pajak itu kelak dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Akal bulus itu ditentang oleh masyarakat pinggir hutan di bawah komando. Samin Surosentiko yang diangkat oleh pengikutnya sebagai pemimpin informal tanpa persetujuan dirinya. Oleh para pengikutnya Samin Surosentiko dianggap sebagai Ratu Tanah Jawi atau Ratu Adil Heru Cakra dengan gelar Prabu Panembahan Suryangalam. Para pengikut Samin berpendapat, langkah swastanisasi kehutanan tahun 1875 yang mengambil alih tanah-tanah kerajaan menyengsarakan masyarakat dan membuat mereka terusir dari tanah leluhurnya. Sebelumnya, pemahaman pengikut Samin adalah: tanah dan udara adalah hak milik komunal yang merupakan perwujudan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Mereka menolak berbicara dengan mandor-mandor hutan dan para pengelola dengan bahasa krama. Sebagai gantinya para saminis memperjuangkan hak-haknya dalam satu bingkai, menggunakan bahasa yang sama, Jawa ngoko yang kasar alias tidak taklim. Sasaran mereka sangat jelas, para mandor hutan dan pejabat pemerintah Belanda. Ketika mandor hutan menarik pajak tanah, secara demonstratif mereka berbaring di tengah tanah pekarangannya sambil berteriak keras, “Kanggo!” (punya saya). Ini membuat para penguasa dan orang-orang kota menjadi sinis dan mengkonotasikan pergerakan tersebut sebagai sekadar perkumpulan orang tidak santun. Penguasa bahkan mendramatisasikan dengan falsafah Jawa kuno yang menyatakan “Wong ora bisa basa” atau dianggap tak beradab. Akibatnya, para pengikut Samin yang kemudian disebut orang Samin, dicemooh dan dikucilkan dari pergaulan. Ketika pergerakan itu memanas dan mulai menyebar di sekitar tahun 1905, pemerintah Belanda melakukan represi. Menangkap para pemimpin pergerakan Samin, juga mengasingkannya. Belanda juga mengambil alih tanah kepemilikan dari mereka yang tak mau membayar pajak. Namun tindakan pengasingan dan tuduhan gerakan subversif gagal menghentikan aktivitas para saminis. Sekarang pun sisa-sisa para pengikut Samin masih ditemukan di kawasan Blora yang merupakan jantung hutan jati di P. Jawa.

DISKRIPSI RANDUBLATUNG


Randublatung yaitu sebuah kecamatan di Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah. Merupakan salah satu titik penghasil minyak di blok Cepu. Pada sekitar tahun 1992 pernah terjadi blow out di salah satu sumur minyaknya dan proses pemadamannya membutuhkan waktu lebih dari dua bulan.

Randublatung di dalam peta Kabupaten Blora.
Nama nama desa yang terdapat di kecamatan Randublatung di antaranya desa Bekutuk, Bodeh, Gembyungan, Jeruk, Kadengan, Kalisari, Kediren, Kutukan, Ngliron, Pilang, Plosorejo, Randublatung, Sambongwangan, Sumberejo, Tanggel, Temulus, Tlogotuwung dan Wulung. Entah ada yang terlewat atau tidak, saya sendiri sudah banyak yang lupa.
Saya sendiri tinggal dan besar di desa Sambongwangan, sebelah selatan dari pusat kecamatan Randublatung.
Desa yang disebut sebut sebagai salah satu titik penghasil minyak di blok cepu adalah di desa Sumberejo, terletak di sebelah timur kecamatan Randublatung. Dari pengamatan saya dulu, minyak yang dihasilkan tidaklah terlalu besar.
Warga masyarakat di sana kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani. Itupun dengan sumber pengairan dari datangnya air hujan saja.
Itulah kira kira gambaran lokasi dari Randublatung.

Friday, 11 September 2009

PASKIBRAKA JATENG 2009 REKREASI

Para blogger mania ekta akan kembali mencritakan pengalaman ekta waktu mengikuti Pelatihan PASKIBRAKA JATENG 2009, di foto ini saya berfoto bersama teman-teman saya di tempat rekreasi grojogan sewu. PASKIBRAKA JATENG 2009 melaksanakan rekreasi sesudah melaksanakan tugas mengibarkan sang saka merah putih di semarang tepatnya di simpang lima semarang, disana saya mengikuti pelatihan selama 2 minggu lebih. hari rekreasi telah tiba kami berangkat bersama-sama dari semarang jam 7 pagi tanggal 18, rekreasi ini cuman 1 hari penuh karena setelah rekreasi akan diadakan pelantikan PPI jateng, PPI(PURNA PASKIBRAKA INDONESIA).

Rekreasi yang diadakan sangat menyenangkan karena bisa seharian bercanda ma teman-teman se-jateng, dipelatihan paskibraka jateng 2009 terdiri dari 17 siswa dan 18 siswi sejateng, dan mereka berasal dari 35 kabupaten/kota sejawa tengah, tapi ada 2 kota/kab yang tidak mengirimkan wakilnya untuk mengikuti pelatihan itu...... pengalaman ini tidak akan terlupakan seumur hidup saya karena hanya 1 kali seumur hidup saya mengikuti PASKIBRAKA.

TERIMAKASIH SAYA TIDAK AKAN MELUPAKAN TEMAN-TEMAN SEJAWA TENGAH