Rabu, 21 September 2011

Account & Konten Blogger Lama Yang Tidak Dimigrasi Ke Sistem Account Google Akan Dihapus

Apakah Anda salah satu pengguna Blogger? Kalau Anda yang telah bergabung dan memiliki account sebelum tahun 2007 maka berhati-hatilah kalau belum melakukan upgrade ke Google Account yang baru, pasalnya berdasarkan aturan yang baru setelah Blogger diakuisisi oleh Google kabarnya pihak Google Blogger akan segera menghapus account dan blog lama penggunanya tersebut. Oleh karenanya Anda diperkenankan untuk memiliki account Google terlebih dahulu sebelum bisa mengakses Blogger nantinya.
Sebagai salah satu akuisisi pertama yang dilakukan pihak Google beberapa waktu yang silam, proses integrasi Blogger dengan produk Google kabarnya masih mengalami hambatan dan belum selesai. Delapan tahun setelah mengakuisisi Blogger, pihak Google akhirnya

mengakhiri dukungannya terhadap account warisan Blooger yang lama dengan memberi dukungan yang baru terhadap account Google secara menyeluruh.
Sebelumnya Blogger menggunakan sistem account sendiri sampai tahun 2006 dan baru mulai bermigrasikan penggunanya pada tahun 2007. Selama empat tahun itu ternyata intergrasinya sendiri tidak dilakukan sebagaimana mestinya, sehingga pada akhirnya Google Blogger memutuskan akan segera menghapus dukungan bagi account penggunanya yang lama. Tidak hanya akan account lama saja yang berhenti bekerja, tetapi blog yang terkait dengan pengguna lamanya pun tersebut tentunya juga akan segera dihapus jika penggunanya tidak segera bermigrasi ke sistem yang baru pada bulan 25 Juni 2011 yang akan datang.

“Untuk sejumlah alasan teknis dan operasional, Kami telah memutuskan untuk menghentikan dukungan Kami terhadap semua account warisan dan blog yang lama setelah tanggal 25 Juni 2011″, ungkap pihak Google Blogger.

“Jadi jika Anda memiliki account Blogger dan tidak login sejak 2007, Anda akan kehilangan akses ke account dan konten yang berhubungan secara permanen tersebut kecuali jika Anda memperbaruinya ke sistem Account Google sebelum tanggal 25 Juni 2011″, tambahnya.

Sudah barang tentu nantinya bakal akan banyak orang yang belum melakukan login sejak tahun 2007. Namun apa mau dikata, bagi Anda yang mau selamat, ya sebaiknya segera saja mengupgradenya ke sistem account google yang baru. Sedangkan sebaliknya jika tidak, ya sebaiknya cukup abaikan saja dan beralihlah ke situs layanan pembuat blog yang lain untuk membuat blog Anda yang baru.

Google Account menyediakan sistem yang sangat padat, baik dari segi keamanan dan kinerja, proses verifikasi dua langkah adalah salah satu contoh, belum lagi itu membuat cara lebih mudah bagi Google untuk hanya memiliki satu sistem terhadap semua produk-produknya. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang proses di sini.

Sebelumnya Google juga menghadapi masalah yang sama di YouTube dan telah mengeluarkan peringatan serupa baru-baru ini, dan meminta para penggunanya yang belum melakukannya agar dapat melakukan login ke Youtube diwajibkan sebelumnya untuk memiliki sistem account Google terlebih dahulu.

Google Ajax Feed API Baca RSS Feed dengan Javascript

Google memiliki layanan Ajax Feed API, di mana Anda dapat mendownload feed publik berbasis Atom atau RSS hanya menggunakan Javascript, sehingga Anda dapat menggabungkan feed engan content lain dan API dari Google yang lain seperti Google Maps API.
Google Ajax Feed API mengurangi kesulitan developer dalam membangun mashup menggunakan Javascript karena dapat melakukan integrasi feed hanya dengan beberapa baris kode Javascript. Hal ini memungkinkan integrasi feed secara mudah di situs Web Anda.
Informasi lebih lanjut:
http://code.google.com/apis/ajaxfeeds/
Anda dapat melihat contoh penggunaan pada link berikut:
http://code.google.com/apis/ajaxfeeds/examples.html
(sumber : http://www.beritateknologi.com)

Ada Bahaya Mengintai Jaringan Hostpot Umum Yang Tidak Aman !


Anda sering menggunakan layanan jaringan hotspot umum? Apakah Anda lebih tertarik yang mengakses dengan password (key) atau terbuka (bebas) ? Hm, tampaknya Anda kini perlu berhati-hati apabila menggunakan layanan hotspot umum yang tanpa diberi password (bebas). Pasalnya berdasarkan survei secara nasional yang dilakukan oleh USA Today menyebutkan bahwasanya saat ini ada sekitar 32% dari orang yang disurvei di Amerika Serikat mengakui kalau mereka mempergunakan layanan hotspot jaringan Wi-Fi yang tidak diberi kata sandi atau key oleh penyedianya. Dengan begitu mereka dengan seenaknya bisa langsung

masuk dan mempergunakan layanan jaringan Wi-Fi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Ya, apa boleh dikata, sudah barang tentu hal ini sangatlah riskan apabila ditelaah dari tingkatan keamanan penyedia layanan yang bersangkutan. Soalnya boleh jadi setiap orang yang entah berantah tidak diketahui identitasnya bisa saja dengan seenaknya masuk dan menyusup melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Jelas hal ini sungguh menjadi masalah yang bisa mengancam setiap saat, mengingat orang-orang yang berada dibalik pengguna layanan hotspot yang bebas seperti itu bisa saja akan sukar dideteksi. Dan ini tentunya menjadi pertanyaan yang besar, bagaimana negara sehebat negara adidaya di bidang teknologi tersebut masih menyediakan layanan hostspot yang tidak diberi akses keamanannya. Apalagi berdasarkan survei yang ada, jumlah yang diperoleh sangat mengejutkan. Mengingat jumlah 32% itu jauh melebih atau meningkat drastis (hampir dua kali lipat) dibanding dengan hasil survei 2008 yang hanya mencapai 18% saja.

“Orang yang tidak mengerti teknologi hanya dibekali iman semata”, jelas Chet Wisniewski, salah seorang penasehat keamanan senior yang saat ini bekerja di jaringan keamanan perusahaan Sophos. Selain itu, memiliki koneksi WiFi yang terbuka seperti itu dapat memberi ruang pada jaringan komputer Anda bagi para penyusup atau pengendus (snippers) untuk mengobrak abrik mencari password ataupun informasi keuangan yang sangat sensitif. Sebagai contoh, kehadiran penyedia jaringan WiFi yang terbuka di tempat-tempat seperti McDonalds dan Panera mungkin saja bisa memberikan celah bagi pengguna yang memiliki maksud tidak baik merasa nyaman dibalik koneksi yang ada.

“Dalam kenyataannya ada banyak konsumen belum mengambil langkah untuk melindungi dirinya mereka sendiri”, ungkap Kelly Davis-Felner, salah seorang direktur pemasaran di Wi-Fi Alliance sebagai salah satu kelompok perdagangan nirlaba yang diberi tugas untuk melakukan survei.

“Sebagian besar layanan jaringan hotspot umum (publik) tidak memberikan perlindungan keamanan, sehingga saat terhubung ke hotspot Wi-Fi publik tersebut tentunya sangat menyenangkan bisa mengakses internet secara umum, para pengguna yang ada tidak perlu mengirim data sensitif apapun seperti informasi login rekening bank… hal ini sangat mirip dengan sabuk pengaman yang Anda gunakan di dalam mobil Anda, dan oleh karenanya sabuk pengaman (yang diidentikan dengan keamanan WiFi yang dimaksud) tidak akan melindungi Anda terkecuali jika Anda memang mau menggunakannya”.

Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, alangkah baiknya selalu menggunakan key atau password untuk melindungi koneksi layanan jaringan WiFi Anda. Hal ini tentunya sangat penting, karena bisa menjaga jaringan sewaktu-waktu terhadap keluar masuknya para pengunjung dan penyusup yang tidak diinginkan. Lalu bagaimanakah dengan para penyedia layanan jaringan hotspot di sekitar Anda sendiri?