Senin, 24 Oktober 2011

Waouw... OCZ Octane SSD 2.5 Inci mencapai Kapasitas 1 TB dengan SATA-III

OCZ menjadi perusahaan pertama kali yang membawa SSD dengan kapasitas 1TB ke pasar dengan harga $ 1.300 atau sekitar 11.5 juta rupiah. OCZ Octane SSD adalah drive berukuran 2,5 inci dengan interface SATA-III 6Gbps yang ditawarkan dalam pilihan kapasitas 128GB, 256GB, 512GB, dan kapasitas terbesar 1TB . OCZ mengklaim bahwa seri Oktan ini menawarkan tingkat performa baru untuk “beban kerja yang bervariasi,” yang berarti drive telah disesuaikan untuk penggunaan umum seperti mentransfer file untuk semua ukuran dan kompresi yang berbeda . Tingkat kinerja baru ini berhasil dicapai berkat penggunaan Everest Indilinx controller, yang membuat drive mampu mencapai kecepatan 560MB / s untuk pembacaan/read dan 400MB kecepatan menulis. 4K IOPS untuk random read  dinilai pada nilai 45.000, dan latensi yang dipatok pada 0.06ms dan 0.09ms untuk membaca dan menulis masing-masing. Drive juga dilengkapi dengan DRAM cache besar 512MB. Menginvestasikan banyak uang dalam SSD selalu merupakan keputusan yang sulit karena masa hidup perangkat yang terbatas dibandingkan dengan hard drive. OCZ telah meringankan kekuatiran tersebut sampai batas tertentu dengan memasukkan Teknologi NDurance proprietary. NDurance diperkirakan membuat dua kali lipat daya tahan penyimpanan dengan teknologi NAND dan meningkatkan siklus program / erase  yang mungkin dari 5.000 hingga 10.000. Jika Anda tidak memiliki budget $ 1.300 sampai menghabiskan pada model 1TB, bisa memilih kapasitas 128GB yang dimulai pada harga $ 166,  256GB  sekitar $ 310 walaupun harga final belum dikonfirmasi. OCZ juga mengumumkan, Octane-seri S2 ynag lebih lambat yang menawarkan tingkat penyimpanan yang sama, tetapi bergantung pada koneksi SATA-II 3Gbps. Drive S2 mencapai kecepatan membaca 275MB / s dan 265MB / s  untuk menulis g. 4K IOPS dinilai pada 30.000. Tidak ada informasi harga yang diberikan, tetapi  pasti akan lebih murah daripada SATA-III Octane sumber : www.beritateknologi.com.

BAHAYA...!!! Tatanga, Trojan Perbankan Terbaru Siap Gerayangi Rekening Anda Lewat Browser Yang Terinfeksi

Seketat dan secanggih apapun keamanan sebuah sistem, tentunya belum menjamin sistem akan terbebas dari berbagai ancaman yang mengintai. Oleh karenanya sistem yang ada harus tetap dikontrol dan diuji dari segala kemungkinan ancaman yang akan terjadi. Baru-baru ini sebuah perusahaan keamanan Spanyol, S21sec, kabarnya telah berhasil mengidentifikasi virus trojan perbankan (Banking Trojan) terbaru yang mampu menginfeksi dengan cara menyuntikan HTML ke semua browser terpopuler saat ini menggunakan rootkit untuk menyembunyikan komponen-komponen virus tersebut. Dijuluki dengan sebutan Tatanga, virus trojan perbankan ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman C++ dan terdiri dari modul-modul dengan fungsi yang berbeda-beda yang di-decrypt pada memori yang dibutuhkan. Dan seperti virus trojan perbankan lainnya, Tatanga megeksekusi serangan Man-in-the-Browser (MitB) untuk melakukan transaksi ilegal terhadap rekening para korbannya. Saat ini virus trojan jenis ini telah menyerang bank-bank yang berada di sejumlah negara eropa barat khususnya di Inggris, Jerman, Spanyol dan Portugal. Anti virus yang ada saat ini masih memiliki tingkat pendekteksian yang sangat rendah. Sebuah hasil scan virus menunjukkan hanya 9 yang bisa mendeteksi dari 43 antivirus yang

digunakan mendeteksi virus penginfeksi jahat yang melakukannya dengan nama generik. Pihak Microsoft sendiri menyebutnya dengan Trojan:Win32/Marofev.B dan untuk pertama kalinya deteksinya ditambahkan  pada tanggal 3 September 2010 yang lalu. Namun demikian, definisi yang ada telah di-update seminggu yang lalu, dan kemungkinan ke rekening untuk varian terbaru. Menurut para peneliti S21sec, virus trojan perbankan ini muncul dengan sebuah modul email permanen, salah satunya yang menangani komunikasi terenkripsi, sedangkan yang lainnya untuk menghilangkan pesaing trojan termasuk ZeuS, modul yang bisa memblokir program antivirus, menangani file konfigurasi yang terenkripsi, injektor HTML, dan patcher file yang tujuannya belum diketahui. Nama modul ModEmailGrabber dan ModMalwareRemover kemungkinan telah digunakan tahun 2008 yang lalu. Dan boleh jadi virus jenis ini merupakan hasil evolusi dari virus malware. Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa Microsoft menyebutnya dengan versi Mariofeb.B sebelum pada akhirnya ditambah dengan nama Trojan:Win32/Mariofev.A pada tanggal 7 Oktober 2008 yang lalu. Trojan beraksi dengan perintah dan server kontrol melalui tujuh situs yang ter-hardcode yang bertindak sebagai proxy, tapi enkripsi komunikasi sangat lemah. Virus Tatanga masuk ke file explorer.exe dan menyuntikan HTML ke beberapa browser populer diantaranya Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Minefield (Firefox dev builds), Maxthoon, Netscape, Safari dan Konqueror. Fitur penting lainnya meliputi dukungan untuk windows 64 bit, teknologi anti-VM, mobile OTP phishing dan Trusteer Rapport evasion.

Senin, 17 Oktober 2011

Layanan SMS Premium yang Ditutup di Indonesia

Tidak semua SMS Premium adalah ‘pencuri pulsa’, namun BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) telah mengeluarkan surat edaran agar para operator menghentikan penawaran seluruh SMS premium. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  mengeluarkan perintah kepada 10 operator telekomunikasi untuk menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast, pop screen, atau voice broadcast sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian melalui Surat Edaran (SE) No 177/BRTI/2011 yang dikeluarkan pada Jumat (14/10).
Di dalam SE tersebut, selain berisikan sejumlah instruksi penghentian pengiriman penawaran konten, juga memuat aturan lainnya seperti operator harus melakukan deaktivasi/unregistrasi paling lambat Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 00.00 WIB untuk semua layanan jasa pesan premium. Terkecuali, bagi layanan publik dan fasilitas jasa keuangan serta pasar modal yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketentuan lainnya, menyediakan data rekapitulasi pulsa pengguna yang terpotong akibat layanan jasa pesan premium yang diaktifkan melalui SMS (broadcasting atau pop screen). Mengembalikan pulsa pengguna yang pernah diaktifkan dan dirugikan akibat layanan jasa pesan premium terakhir. Untuk implementasinya operator wajib melaporkan secara tertulis dan berkala kepada BRTI setiap hari Rabu yang dimulai hari Rabu, 19 Oktober 2011 sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.  Apa alasan di balik regulasi yang cukup keras ini? Rupanya, dengan meminta operator menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast serta melakukan unregistrasi semua layanan jasa pesan premium, diharapkan tidak ada lagi pulsa masyarakat yang terus tercuri. Pihak content provider sendiri masih bisa mempromosikan kegiatan usahanya tanpa harus melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast. Misalnya dengan promosi di baliho atau di media massa. Para operator sudah seharusnya mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh BRTI. Kalau tidak, mereka akan mendapat malu sendiri di mata masyarakat dan mungkin juga akan mendapatkan sanksi tertentu.
Source : Berbagai sumber.