Jumat, 24 Agustus 2012

Ilmuwan Ungkap Misteri Kehancuran Suku Maya

Kuil Tikal milik suku Maya (foto: Live Science)
GUATEMALA - Negara kota kekaisaran Maya kuno berkembang di wilayah selatan Meksiko dan utara Amerika Tengah sekira enam abad silam. Pada 900 masehi, peradaban tersebut mendadak pecah.

Diwartakan Live Science, Jumat (24/8/2012), dua penelitian baru yang mencoba mengungkap misteri di balik kehancuran tersebut menemukan, suku Maya sendiri turut andil dalam kehancurannya.

Sebelumnya, para ilmuwan memang telah menemukan bahwa kekeringan turut berperan penting dalam hal ini. Namun, suku Maya juga berperan dalam memperburuk masalah tersebut dengan cara menebang kanopi hutan demi membuka ladang dan kota.

"Kami tidak mengatakan perusakan hutan sebagai penyebab seluruh kekeringan yang terjadi, tapi hal itu juga menjelaskan sebagian besar dari kekeringan yang diperkirakan terjadi," terang pemimpin penelitian tersebut, Benjamin Cook.

Pria yang juga berprofesi sebagai pembuat model iklim di NASA Goddard Institute for Space Studies ini membuat simulasi model iklim bersama rekan-rekannya.

Melalui model tersebut mereka meneliti bagaimana mengubah hutan menjadi ladang, misalnya ladang jagung, bisa berperan dalam perubahan iklim. Hasilnya menunjukkan bahwa pembukaan hutan berperan besar sekira 60 persen dari kekeringan yang terjadi.

Alasannya adalah perubahan dari pohon menjadi ladang jagung dapat mengurangi jumlah air yang ditransfer dari lahan ke atmosfer. Hal ini berpengaruh pada berkurangnya curah hujan.

Sementara itu, penelitian lain yang dipimpin ilmuwan sosial di Arizona State University, B.L. Turner mengungkap keruntuhan Central Maya Lowlands di semenanjung Yukatan merupakan hasil interaksi rumit antara manusia dan lingkungan.

Selain itu, dinamika sosial dan ekonomi juga turut berperan. Saat itu, rute dagang melalui semenanjung Yukatan yang biasanya dilakukan melalui jalur darat bergeser ke jlaur laut. Perubahan ini diperkirakan sebagai faktor lain yang melemahkan negara kota kekaisaran Maya yang sedang menghadapi perubahan iklim.

"Struktur ekonomi dan politik kuno yang didominasi penguasa setengah dewa mulai membusuk. Petani, perajin dan yang lain tampaknya meninggalkan rumah dan kota mereka demi mencari peruntungan ekonomi di wilayah Maya lainnya," jelas tim tersebut. (yhw)
Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone

Jauh Lebih Tahu tentang Proses Svchost.exe di Windows

Saat Anda membuka task manager, Anda akan melihat berbagai jenis proses aplikasi yang Anda ketahui. Namun, tak sedikit juga proses yang tidak Anda ketahui. Dan, salah satu proses yang kurang banyak muncul namun tidak banyak orang yang mengetahuinya adalah Svchost.exe.Pertama yang perlu diperhatikan, Svchost.exe bukanlah sebuah malware, virus ataupun aplikasi yang membahayakan komputer Anda. Svchost.exe ini merupakan Host Process Microsoft Service untuk layanan yang berjalan dari link library dinamis.
Lebih mudahnya, Svchost.exe ini adalah file sistem yang memungkinkan Windows untuk menjalankan sebuah aplikasi. Banyak aplikasi berjalan via file DLL (Dynamic Linked Lybrary). Namun, file DLL tidak bisa berjalan dan bekerja secara sendiri. Oleh karena itu Windows membutuhkan sebuah jembatan untuk meluncurkan DLL tersebut. Dan Svchost.exe berfungsi sebagai jembatan tersebut.
Selain itu, Svchost.exe juga akan tampak memiliki banyak proses jika Anda mengamatinya di Task Manager. Hal ini karena masing-masing proses memiliki fungsi tersendiri. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan sistem.
Terkadang Anda mungkin akan menemukan proses Svchost.exe yang berjalan pada sistem. Selain itu, terkadang Anda juga bakal menemukan proses ini berjalan pada jaringan. Dan, hal itu normal.

Microsoft Perkenalkan Logo Baru Pertama Sejak 25 Tahun

Microsoft dikenal sebagai perusahaan yang memiliki kreativitas tinggi di bidang teknologi. Berbagai produk pun telah dihasilkan oleh Microsoft. Dari sistem operasi Windows, konsol game Xbox ataupun Windows Phone.Meskipun begitu, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen kurang kreatif dalam hal penggunaan logo. Perusahaan yang dikenal sebagai produsen software terbesar di dunia ini baru saja mengenalkan logo baru pertama mereka selama 25 tahun. Dan, nampaknya dalam logo tersebut tidak tampak kreativitas yang dimiliki oleh Microsoft.
Logo baru mereka masih merupakan sebuah bendera yang terdiri dari empat warna. Tidak ada perubahan yang terlalu berarti dalam logo baru tersebut. Yang ada hanya perubahan bentuk, yang dulunya bergelombang kini tidak. Logo lama Microsoft tercatat telah digunakan oleh perusahaan yang berbasis di Redmond tersebut sejak tahun 1987.
Pihak Microsoft sendiri mengatakan bahwa logo baru tersebut merupakan salah satu upaya Microsoft untuk menatap masadepan. “Tanda dari warisan tapi juga sinyal untuk masa depan – sesuatu yang baru dan fresh,” ujar GM Brand Strategy Microsoft, Jeff Hansen.
(Via Phonearena)