Kamis, 07 Februari 2013

Internet Indonesia, Data dan fakta...????

Indonesia memang negeri yang cukup aneh, dalam hal ini adalah penggunaan internet. Masyarakat Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk browsing di internet. Sayangnya, hal tersebut tidak didukung dengan infrastruktur yang mumpuni.
Dalam sebuah survei terbaru yang dilakukan Nielsen, terungkap bahwa Indonesia menjadi pengguna internet dari perangkat mobile tertinggi di Asia. Dari total 55 juta pengguna, 48 persen di antaranya mengakses dari perangkat mobile. Jumlah tersebut mengalahkan Thailand dan Singapura.
Di sisi lain, dari data milik Akamai beberapa waktu lalu, Indonesia menjadi negara dengan kecepatan internet paling lelet di Asia. Bayangkan saja, kecepatan rata-rata internet di Indonesia hanya 0.8Mbps. Kecepatan tersebut jauh di bawah kecepatan rata-rata dunia yang mencapai 3Mbps.
Dari segi jangkauan fiber optik, Indonesia pun jauh tertinggal dibandingkan negara ASEAN lain, bahkan termasuk yang paling rendah. Berdasarkan data tahun 2010, prosentase fiber optik di Indonesia hanya 2.8 persen. Padahal Singapura sudah mencapai 82.9 persen, Malaysia 22.6 persen dan Vietnam 16.5 persen.
Biznet yang merupakan salah satu provider internet terkemuka di Indonesia pun berencana untuk menambah jaringan hingga 10 kilometer pada 2012 ini. Hingga tahun 2011, mereka telah memiliki total 2500 kilometer fiber optik.
Pemerintah pun sebenarnya telah berupaya untuk meningkatkan fasilitas. Salah satunya adalah pemerintah kota Bandung ingin menjadi cyber city. Pihak pemerintah kota Bandung pun berusaha untuk membangun RW Net yang akan memberikan layanan hotspot secara gratis kepada masyarakat. Program ini menurut rencana akan rampung pada 2013.
Permasalahan tidak berhenti di situ. Sebagian besar pengguna internet di Indonesia adalah kalangan remaja. Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPP) Kemenkominfo Budi Setiawan mengatakan bahwa kebanyakan yang mengakses internet di Indonesia berusia antara 15-20 tahun. Selain itu usia 10-14 tahun adalah yang paling dominan.Dengan tingginya minat para remaja, pendidikan internet yang sehat harus menjadi perhatian serius. Tak jarang kita melihat peristiwa penculikan yang memanfaatkan jejaring sosial Facebook dan sejenisnya. Target utamanya adalah para remaja perempuan yang mudah untuk digoda.

Teknologi Bluetooth, Data dan Fakta..???

Bluetooth menjadi teknologi yang sangat awam pada saat ini. Dengan adanya Bluetooth, menghubungkan antara satu perangkat elektronik dengan perangkat lainnya pun menjadi lebih sederhana. Seiring dengan perkembangan, berbagai perangkat pun banyak dilengkapi dengan Bluetooth. Dari handphone, komputer ataupun headset.
Meskipun sering menggunakan Bluetooth, apakah Anda tahu asal mula penamaan Bluetooth? Selain itu, terdapat fakta-fakta lain tentang Bluetooth yang jarang diketahui oleh orang awam. Berikut ini adalah fakta-fakta tersebut.
1. Penamaan Bluetooth diambil dari salah seorang raja Denmark yang bernama King Harald Blatand. Dalam pelafalan Inggris, nama tersebut dibaca King Harold Bluetooth. Raja ini berkuasa dalam kurun 958 hingga 986. King Harrald pun terkenal sebagai orang yang mampu menyatukan kawasan Denmark, Norwegia dan Swedia.
2. Teknologi Bluetooth pertama diterapkan oleh Ericsson pada tahun 1994. Perusahaan yang berbasis di Swedia tersebut mengadakan penelitian untuk mengetahui keuntungan menggunakan teknologi Bluetooth. Selanjutnya, bersama Intel, IBM, Toshiba serta Nokia, Ericsson menghimpun Special Interest Group (SIG) pada tahun 1998 dan selanjutnya mengeluarkan spesifikasi Bluetooth pertama kali di dunia pada tahun 1999.
3. Bluetooth merupakan salah satu sinyal radio. Sebagai sinyal radio, ternyata Bluetooth tidak cocok digunakan untuk sarana berkomunikasi. Hal ini terungkap setelah Andretti Racing Team menggunakannya. Dan, karena mengandung gelombang radio microwave, penggunaan Bluetooth dikatakan dapat menimbulkan permasalahan kesehatan.
4. Bluetooth memiliki range yang cukup luas. Sebuah perangkat Bluetooth, tetap mampu bekerja dalam jarak 10 meter. Bahkan dalam perkembangan terbaru, Bluetooth mampu bekerja dalam jarak 100 meter.
5. Saat ini, 95 persen handphone yang terjual memiliki konektivitas Bluetooth. Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun 2008 di mana hanya terdapat 5 persen yang ada di pasaran.

Menginstal Custom ROM Baru di Handphone Android, awas...!!!


Salah satu keuntungan utama menggunakan handphone Android adalah kebebasan dalam menginstal ROM custom. Berbagai developer pun banyak yang mengembangkan banyak pilihan custom ROM untuk handphone Android. Terutama adalah handphone Android yang populer di pasaran.
Namun, sebelum menginstall atau flashing handphone Android, Anda juga harus memperhatikan keuntungan dan kerugian ketika menginstal sebuah ROM baru. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian ketika mengaplikasikan custom ROM baru di handphone Android.
Kerugian
- Instalasi sebuah custom ROM baru kemungkinan besar akan membawa permasalahan baru di handphone Android Anda. Bisa saja terdapat salah satu fitur penting di handphone yang tidak bekerja.
- Anda kemungkinan akan secara tidak sengaja memberikan akses aplikasi berbahaya ke handphone Anda. Dengan sembarangan memilih custom ROM dan tidak mengetahui detail teknis custom ROM tersebut, berarti Anda memberikan akses penuh kepada developer untuk mengakses handphone Anda. Jadi, bisa saja data rahasia di handphone Anda akan dicuri atau bahkan dihapus.
Keuntungan
- Kernel. Menggunakan custom ROM biasanya dilengkapi dengan custom kernel. Anda pun akan mendapatkan beberapa fitur tambahan baru berkat adanya custom kernel.
- Peningkatan daya tahan baterai. Sebuah custom ROM biasanya dilengkapi dengan kemampuan untuk mengkalibrasi daya tahan baterai. Dengan menggunakan sebuah custom ROM, Anda akan mendapatkan daya tahan baterai yang lebih baik dibanding stock ROM.
- Tambahan aplikasi. Menginstal sebuah custom ROM, tak jarang dibarengi dengan rooting secara otomatis.
- Overclocking dan underclocking. Anda bisa mengatur sendiri kecepatan dari prosesor dari handphone Android Anda. Namun, dengan menambah kecepatan, Anda tentu harus mengorbankan daya tarik baterai handphone.
- Android versi terbaru. Jika Anda tak ingin menunggu update terbaru dari pihak produsen handphone, Anda bisa menginstall sendiri OS Android terbaru di handphone Anda.
(Via Android Forums)