Selasa, 08 November 2011

Apa Fungsi Desktop Refresh Yang Sebenarnya...????

Tidak semua orang memahami sebenarnya fungsi dari suatu Command (Perintah) yang terdapat pada Windows; namun mereka mencoba memahami sendiri dan melakukannya tanpa dasar pengetahuan yang ilmiah. Adapun Command yang saya maksud di sini ialah Desktop Refresh.
Banyak orang melakukan / mengeksekusi perintah Desktop Refresh dengan tujuan Mempercepat Sistem Kerja Komputer. Ini adalah suatu pemahaman yang sangat salah. Desktop Refresh dibuat tidak untuk mempercepat sistem kerja komputer, Desktop Refresh dibuat untuk memperbaharui tampilan Icon pada Desktop anda. Timbul pertanyaan anda "Kenapa harus memperbaharui tampilan Icon pada Desktop ?",

Terkadang ada kondisi (misalnya Desktop anda memiliki Icons sangat banyak, Wallpaper dengan ukuran melebihi ukuran Display) menyebabkan Windows gagal memperoleh informasi yang Up To Date tentang Icon dari Cache Memory hal ini menyebabkan Windows memperlihatkan keanehannya (anomaly) diantaranya: 
  1. Menampilkan Icon yang sama untuk semua Icon pada Deskto
  2. Menampilkan Icon dengan Warna Dasar (16 colors) walaupun sebenarnya VGA Card anda mendukung 32 Bits.
  3. Hang atau tidak menampilkan satu Icon pun pada Desktop.
Nah apabila ini terjadi anda memiliki beberapa pilihan, diantaranya Restart, dan tentu saja menjalankan perintah Desktop Refresh. Selain dari itu jangan sekalipun anda melakukan Desktop Refresh !. Dari namanya saja Refresh kita sebenarnya sudah memahami hal itu (sangat disayangkan bila anda tidak mengerti Bahasa Inggris), kecuali kalau Microsoft memberi nama Desktop Faster. Sebaliknya melakukan Desktop Refresh secara berkali-kali secara cepat akan meningkatkan penggunaan CPU yang membahayakan umur dari CPU anda. Untuk membuktikannya anda lakukan perintah berikut ini :
  1. Tekan Ctrl+Alt+Del , lalu pilih Task Manager
  2. Kemudian pilih Performance Tab (lihat gambar), anda akan mellihat pada CPU Usage angka 4% yang menyatakan bahwa pemakaian CPU hanya 4% (ini kondisi normal saat PC tidak melakukan banyak pekerjaan).
  3. Sekarang coba lakukan Desktop Refresh berungkali secara cepat (Tips: anda bisa menekan tombol F5 saat mouse berada di desktop).
  4. Nah anda akan melihat CPU Usage meloncat menjadi 18%. Apabila Desktop anda memiliki lebih banyak Icon (misalnya mencapai 30 icon), maka CPU Usage akan meningkat lebih tinggi lagi. Saran saya janganlah menempatkan Icon lebih dari 20 pada Desktop anda.
Timbul pertanyaan, mengapa perlu melakukan Desktop Refresh hanya untuk memperbaharui tampilan icon di desktop ? Bukankah Windows dapat melakukannya secara automatis ?
Jawabannya adalah, memang benar Windows secara automatis akan melakukan Desktop Refresh sesuai dengan standard defaultnya yaitu : 500 icons ! (bukankah itu luar biasa ?), namun itu sangat tergantung dengan RAM (Memory) yang anda miliki. Untuk mempercepat Windows melakukan Desktop Refresh kita dapat melakukan trick dengan merubah nilai default Max Cached Icons menjadi 2000 icons !.
Apakah yang dilakukan oleh Icon Cached ?
Mungkin anda sudah mengetahui fungsi dari Cache Memory, PC akan menyimpan perintah yang pernah anda lakukan pada Cache Memory dengan tujuan bila perintah yang sama anda lakukan kembali, maka CPU akan memeriksa apakah perintah tersebut masih tersedia pada Cache Memory , kalau masih tersedia; maka CPU akan menjalankan perintah yang ada di Cache Memory bukan dari Harddisk sehingga perintah dapat dijalankan dengan lebih cepat. Anda dapat mencobanya dengan cara mengaktifkan MS-Word, kemudian close MS-Word, lalu Aktifkan kembali, nah terasakan bahwa MS-Word yang diaktifkan untuk kedua kalinya jauh lebih cepat dari yang pertama, karena fungsi Cache Memory.
Icon Cache hampir sama dengan fungsi Cache Memory, daripada menjalankan dari Harddisk file Iconcache.db database untuk meloading semua icon yang ada di PC anda, Windows akan mencheck dulu ketersediaan informasi Icon pada Cache Memory , bila tidak dijumpai barulah Windows menjalankan file Iconcache.db. Secara default Windows tidak menyediakan banyak memory untuk Icon cache, dengan sedikit trick untuk meningkatkan jumlah Icon cache anda akan meningkatkan Kinerja Windows anda, dan tidak perlu lagi melakukan Desktop Refresh!
Langkah-langkah merubah Icon Cache
  1. Jalankah Registry Editor, lewat Start, Run, ketik Regedit, dan Enter.
  2. Setelah Registry Editor terbuka, cari pada panel kiri sampai anda menemukan  HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer. Pada Panel Kanan, lihat nama value Max Cached Icons.
  3. Kemudian Double Click dan rubah nilainya menjadi 2000.
  4. Setelah selesai Restartlah PC anda dan lihat hasilnya ok :)

Membuka File Tersembunyi Dikarenakan Virus ataupun Malware

Pernahkan anda mengalami file atau folder di Flashdisk anda di hidden oleh virus? Apabila kita menghilangkan virus dengan SMADAV atau PCMAV file dan folder yang tersembunyi bisa dikembalikan. Tapi masalah yang terjadi bila menghilangkan virus dengan AVG, Avast, Kaspersky, NOD32 memang virusnya hilang tapi file dan folder yang di hidden tetap nggak muncul, sehingga ketika kita lihat di properties-nya Used Files-nya besar tapi file yang terlihat sedikit. Jangan keburu sedih; karena untuk mengembalikan file dan folder yang tersembunyi anda dapat gunakan Program USB Show. serta Setelah menemukan file lewat software USB show ini pengguna sangat disarankan untuk segera menscan file tersebut dengan antivirus yang dipakai pengguna kerna mungkin saja file tersebut mengandung virus atau malware berbahaya jadi harus dilakukan dengan hati-hati. dan jika berminat ini saya kasih linknya ok kawan blogger semua download disini

Sabtu, 05 November 2011

Menyimpan Data Yang Aman Dari "VIRUS"

Menyimpan data merupakan suatu kegiatan yang pasti dan harus dilakukan oleh pengguna komputer. Biasanya data disimpan pada harddrive seperti harddisk, disket, flashdisk dll. Tapi bagaimana jika data yang disimpan itu diserang oleh virus? Ini adalah sebuah masalah besar. Saat ini perkembangan virus semakin menjadi-jadi. Namun kita pun harus cerdas menyikapinya. Salah satunya ialah dengan menggunakan antivirus. Namun kelemahan antivirus ini adalah terkadang data yang diserang virus tak bisa terselamatkan. Oleh karena itu, berikut ini ada sedikit tips bagaimana menyimpan data supaya aman dari virus. Dan tips ini saya rasa sangat cocok untuk penyimpanan pada flashdisk. 
Pertama. Compres data yang ingin kita simpan ke flashdisk menggunakan winzip atau winrar. Karena virus jarang menginfeksi file yang terdapat dalam file *.zip. 
Kedua. Simpanlah data (terutama hasil ketikan) anda dengan forman *.txt, caranya ialah dengan mensave ketikan anda dengan format txt (Pilih save as). Virus juga jarang menginfeksi file dengan format *.txt 
Ketiga, simpanlah data dengan format html, caranya ialah dengan meng save as dokumen, lalu rubah type file nya menjadi htm