Rabu, 29 Agustus 2012

Virus Malware Flashback Di Apple Mac Bukan Turun, Tapi Terus Meningkat

Serangan virus Malware Flashback pada Apple Macintosh atau Mac dikabarkan terus menigkat. Padahal pihak Apple sudah berusaha menangkis serangan virus tersebut dengan berbagai cara.
Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa jumlah Mac yang terinfeksi Malware Flashback berkurang. Tapi pada kenyataannya, jumlah Mac yang terinfeksi BackDoor.Flashback.39 masih terus meningkat hingga mencapai angka 650.000.Beberapa waktu yang lalu, Symantec memang mengklaim bahwa virus Malware di Mac menurun hingga 600.000 di awal April 2012. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut bahkan mengklaim Apple telah berhasil meredam virus yang terus menghantui para pengguna Mac tersebut.
Tapi menurut data dari Dr. Web, seorang pakar antivirus asal Rusia, jumlah Mac yang terinveksi bukan berkurang, malah mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, hingga mencapai 650.000.
Data yang dikeluarkan oleh Kaspersky justru sangat jauhberbeda dengan yang dikeluarkan oleh Symantec dan Dr.Web. menurut Kaspersky, jumlah Mac yang terinfeksi kini hanya tinggal 300.000.

Virus Flashback Belum Tertangani, Kini Virus ‘Python’ Serang Mac dan Windows

Belum selesai dengan Flashback, kini pengguna Mac kembali dibuat takut dengan hadirnya serangan virus baru. virus tersebut dibuat menggunakan bahasa pemrograman Python dan menyerang dengan memanfaatkan celah yang ada pada Java. Bukan hanya Mac saja yang diserang, virus ini juga menyerang pengguna Windows.Virus yang terdeteksi sebagai Mal/20113544-A dan Mal/JavaCmC-A itu pun akan mengunduh file-file yang dibutuhkan untuk menyerang Mac dan Windows. Filenya pun berbeda, tergantung dari sistem operasi yang dipakai korbannya.
Pada Windows virus tersebut akan mengunduh file bernama Troj/FlsplyBD-A, sedangkan pada Mac, file yang diunduh bernama install_flash_player.py.
Untuk menghindari ini pengguna Windows disarankan untuk mengupdate aplikasi antivirus yang digunakan. Sedangkan pengguna Mac bisa menghapusnya dengan mudah. Anda hanya perlu mencari file virus tersebut di folder /Users/Shared/, kemudian temukan file bernama update.sh dan update.pyNah kedua file virus itu bisa langsung segera dihapus.

Google masih Jadi Search Engine Terpopuler, Digunakan 74 Persen Pengguna Internet

Kedigdayaan mesin pencari Google ternyata masih belum bisa dikalahkan oleh mesin pencari lain. Bahkan oleh mesin pencari Bing milik Microsoft yang merupakan search engine default di Internet Explorer, Google masih mendominasi. Dalam sebuah study yang dilakukan oleh Chitika, Google digunakan hampir oleh 74 persen pengguna internet.Mesin pencari inipun digunakan di hampir semua jenis browser. Dari browser Safari, Opera, IE, Firefox serta Google Chrome. Dan, di antara browser-browser tersebut, Opera menjadi menjadi yang nomor satu dengan tingkat pemakaian mencapai 95.3 persen. Di tempat kedua adalah Google Chrome, 90.5 persen.
Sementara itu di tempat kedua, Yahoo menjadi yang terpopuler disusul oleh Bing. Yahoo dipakai oleh banyak pengguna internet di berbagai jenis browser. Namun, pemakaian search engine ini hanya kalah oleh Bing pada browser IE.
(Via The Next Web)