Tampilkan postingan dengan label kuliner unik jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner unik jogja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2026

Menyesap Sejarah dalam Sepiring Hidangan: 5 Kuliner Legendaris Yogyakarta yang Eksis Lebih dari Setengah Abad



Yogyakarta – Di balik transformasi digital yang pesat, Yogyakarta tetap teguh menjaga "rasa" masa lalunya. Kuliner di kota ini bukan sekadar pemuas lapar, melainkan arsip sejarah yang bisa dinikmati. Dari dapur-dapur tua yang masih menggunakan kayu bakar hingga resep rahasia turun-temurun, wisata kuliner bersejarah kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari autentisitas. Berikut adalah penelusuran kami terhadap lima destinasi kuliner legendaris yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda di tahun 2026. 

1. Gudeg Permata Bu Pudjo (Sejak 1951): Simfoni Rasa di Tengah Malam Berdiri sejak tahun 1951, Gudeg Permata adalah bukti nyata bahwa kelezatan tidak mengenal waktu. Terletak di barat gedung bioskop Permata yang bersejarah, warung ini mempertahankan konsistensi rasa gudeg basah yang gurih-manis. Nilai Sejarah: Menjadi saksi bisu perkembangan hiburan malam di Yogyakarta sejak era film seluloid. 

2. Gudeg Pawon: Ritual Makan Langsung dari Dapur Jika Anda mencari pengalaman jurnalistik yang nyata, Gudeg Pawon adalah jawabannya. Pengunjung diajak masuk langsung ke pawon (dapur) yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Suasana tradisional ini memberikan aroma asap yang khas pada masakan.

3. Kopi Joss Lik Man (Sejak 1960-an): Inovasi Arang yang Mendunia Kopi dengan celupan arang membara ini lahir di kawasan Stasiun Tugu. Lik Man, sang pionir, membawa budaya minum kopi kelas pekerja menjadi ikon pariwisata. Arang yang membara dipercaya menetralkan kafein dan memberikan cita rasa unik.

4. Bakmi Kadin: Musik Keroncong dan Aroma Masa Lalu Menyantap Bakmi Jawa di Bakmi Kadin bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana. Berdiri sejak tahun 1947, tempat ini mempertahankan tradisi memasak satu per satu menggunakan anglo. Alunan musik keroncong live menambah kental atmosfer Yogyakarta tempo dulu.

5. Lumpia Samijaya: Legenda Malioboro Sejak 1976 Tak lengkap ke Malioboro tanpa mencicipi Lumpia Samijaya. Meskipun kini banyak saingan, gerobak sederhana di depan toko Samijaya ini tetap menjadi primadona karena tekstur rebungnya yang tidak berbau dan saus bawang putih yang khas.