Senin, 17 Oktober 2011

Layanan SMS Premium yang Ditutup di Indonesia

Tidak semua SMS Premium adalah ‘pencuri pulsa’, namun BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) telah mengeluarkan surat edaran agar para operator menghentikan penawaran seluruh SMS premium. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  mengeluarkan perintah kepada 10 operator telekomunikasi untuk menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast, pop screen, atau voice broadcast sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian melalui Surat Edaran (SE) No 177/BRTI/2011 yang dikeluarkan pada Jumat (14/10).
Di dalam SE tersebut, selain berisikan sejumlah instruksi penghentian pengiriman penawaran konten, juga memuat aturan lainnya seperti operator harus melakukan deaktivasi/unregistrasi paling lambat Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 00.00 WIB untuk semua layanan jasa pesan premium. Terkecuali, bagi layanan publik dan fasilitas jasa keuangan serta pasar modal yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketentuan lainnya, menyediakan data rekapitulasi pulsa pengguna yang terpotong akibat layanan jasa pesan premium yang diaktifkan melalui SMS (broadcasting atau pop screen). Mengembalikan pulsa pengguna yang pernah diaktifkan dan dirugikan akibat layanan jasa pesan premium terakhir. Untuk implementasinya operator wajib melaporkan secara tertulis dan berkala kepada BRTI setiap hari Rabu yang dimulai hari Rabu, 19 Oktober 2011 sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.  Apa alasan di balik regulasi yang cukup keras ini? Rupanya, dengan meminta operator menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast serta melakukan unregistrasi semua layanan jasa pesan premium, diharapkan tidak ada lagi pulsa masyarakat yang terus tercuri. Pihak content provider sendiri masih bisa mempromosikan kegiatan usahanya tanpa harus melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast. Misalnya dengan promosi di baliho atau di media massa. Para operator sudah seharusnya mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh BRTI. Kalau tidak, mereka akan mendapat malu sendiri di mata masyarakat dan mungkin juga akan mendapatkan sanksi tertentu.
Source : Berbagai sumber.

Jumat, 14 Oktober 2011

Programmer Android Native Development Kit dipersembahkan oleh Google

Siapa yang tidak mengenal nama dan sebutan Google. Google sendiri merupakan salah satu perusahaan besar dunia yang saat ini terus melebarkan sayapnya khususnya di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Baru-baru ini saja Google telah menciptakan sebuah Native Developmnt Kit (NDK) Untuk Android versi 1.5 yang ada. NDK ini berguna untuk membantu para pengembang yang sedang menulis aplikasi berbasis platform Android. Selain itu, dengan adanya kit ini diharapkan akan dapat memberikan beberapa pengembang jalan yang lain untuk pendekatan tentang bagaimana cara membuat aplikasi yang berbasis Android dan akan mencakup hal-hal seperti kompatibilitas dengan bahasa pemrograman C dan C++. menurut informasi yang diperoleh, set tools ini bukanlah diperuntukan untuk semua aplikasi. Tetapi
melainkan akan membantu beberapa pengembang membuat sesuatu yang lebih baik tentang penggunaan pemrosesan sinyal dan pengolahan datanya. Dan yang terpenting disini, katanya apapun yang dikembangkan menggunakan NDK 1.5 ini maka akan kompatibel dengan Android 1.5 dan versi-versi berikutnya dari Android.(sumber : http://www.beritateknologi.com )

3 Freeware Photo Editing, Alternatif Pengganti Photoshop

1. GIMP, Aplikasi Editing berlisensi GNU
 Sejak tahun 2005 lalu GIMP diperkenalkan sebagai aplikasi untuk mengedit gambar. Kini aplikasi ini sudah tersedia untuk platform seperti Windows, MAC, dan beberapa versi Linux. Singkat kata, keringanan software GIMP menawarkan kita untuk melakukan perubahan pada dunia foto digital, memanipulasi grafik maupun membuat grafik sendiri dari awal. Menggunakan tools yang umum seperti painbrush, pensil dan cloning, yang mana aplikasi tersebut dapat secara aktual dibandingkan dengan saingannya seperti Adobe Photoshop dan Paintshop Pro. Dalam versi full windows pada umumnya, diperoleh beberapa fitur yang berbeda dengan fungsi GIMP yang terpisah beserta tool-toolnya. GIMP menawarkan cara yang mudah untuk bekerja dengan grafik dan tetap fokus pada desktop Anda. Untuk lebih jelasnya, bisa mendownload GIMP 2.6 for Windows di sini (sedangkan untuk versi dan platforms lainnya, klik di sini)

2. Photoshop Express, Aplikasi Editing Gratis Berbasis Web
Adobe mengerti betul dengan baik dan memperbolehkan Anda mengetes sistem ini tanpa butuh mendaftar lagi atau log-in. Anda penasaran? Silahkan mencoba Photoshop Express di sini. Salah satu kelemahan aplikasi ini adalah Anda tidak bisa menggunakan layer-layer untuk mengedit gambar anda sedikitpun secara lebih professional. Tetapi tidak apa-apa, karena meskipun demikian, yang penting aplikasi tersebut menawarkan 2Gbyte hosting gratisan buat Anda untuk mengedit gambar. File Storage yang cukup besar bukan?

3. Aviary, Aplikasi Editing Vektor yang Luar Biasa
Bagi Anda pecinta gambar vektor, mungkin inilah solusi yang ciamik untuk membuat grafik.
Vektor pada dasarnya berarti kreasi anda tidak berdasarkan pixel, melainkan pada persamaan variabel. Karena itu dapat membuat sesuatu yang kecil dan ukuran selanjutnya ke bawah dan ke atas tanpa menghilangkan detail apapun. Jika ingin melakukan hal ini secara teratur pada gambar JPG, ini akan memperoleh semua tampilan yang kabur dan tidak jelas, khususnya ketika gambar tersebut menjadi teks yang kecil. Jadi disini, tool ini hamper sama seperti Adobe illustrator. Menurut penemunya, Raven hanya tools pembuat vektor online yang gratisan di internet. Wuah, mungkin ini saatnya Anda mengkreasikan vektor Anda dan langsung bisa share secara online dengan rekan Anda. Tertarik. Silahkan mencoba fitur Aviary Raven di sini. Jadi, tunggu apalagi, silahkan coba saja jika Anda benar-benar tertarik untuk mengkreasikan grafik Anda. Siapa tahu, sewaktu-waktu Anda akan membutuhkan tools ini dalam satu waktu yang mendesak, ya kan?