Jumat, 04 November 2011

Pembuat Virus Conficker “dihargai” USD 250.000

Rupanya kekesalan Microsoft terhadap virus worm Conficker telah memuncak. Tidak hanya memerangi virus worm dengan nama lain Downadup ini saja, namun juga “menghargai” pembuat virus tersebut sebesar USD 250.000 atau sekitar Rp. 2,9 Milyar untuk siapapun yang dapat menangkap pembuat virus tersebut.
Microsoft mencoba untuk menekan pencipta virus internet Conficker yang telah menginfeksi jutaan PC yang menggunakan sistem operasi Windows. Berdasarkan laporannya, Microsoft mempersiapkan hadiah sebesar USD 250.000 kepada semua orang yang dapat memberikan informasi arahan untuk menangkap dan menghukum siapa saja yang bertanggungjawab terhadap kode program yang mengganggu ini.
Raksasa software ini mengatakan juga bahwa mereka juga bekerja sama dengan peneliti keamanan, penyedia domain dan ICANN berharap untuk melengserkan server yang telah meluncurkan serangan. Worm yang muncul pertama kalinya pada akhir tahun ini, memanfaatkan bug yang sangat kritis pada Windows untuk diuraikan dan untungnya bug tersebut telah di patch oleh Microsoft terlebih dahulu pada oktober yang diperkirakan sekitar 12 juta komputer terserang virus ini.
Hadiah USD 250.000 ini mungkin menjadi insentif yang kuat kepada siapapun yang tahu siapa yang bertanggungjawab terhadap Conficker dan ini bukan kali pertamanya Microsoft menawarkan hal serupa. Ditahun 2003 lalu Microsoft pernah menawarkan jumlah yang sama, sebagai tips untuk menangkap dan menghukum mereka yang berada dibelakang virus SoBig dan Blaster. Kemudian pada tahun 2004 Microsoft membayar USD 250.000 kepada dua orang untuk mengidentifikasi remaja yang menulis virus Sasser.
Apakah Anda tertarik dengan nilai USD 250.000 ini? 2,9 Milyar bukan uang yang sedikit lho. Ayo ikutan nangkap pembuat Conficker!

Windows dan Linux Belum Siap dengan Multicore Chips

Saat ini, Microsoft sedang hangat-hangatnya menggembar-gemborkan produk terbarunya, Windows 7. Begitu juga dengan Linux yang salah satunya, Zenwalk yang juga sudah merilis Zenwalk 6.0. Lantas apakah ini berarti bahwa keduanya sudah siap dengan Multicore Chips? Sepertinya kita jangan terlalu cepat-cepat berharap banyak dengan performa yang diperoleh oleh Windows 7. Begitupun juga dengan Zenwalk-nya Linux. Kedua sistem operasi yang banyak digunakan oleh pengguna komputer di seluruh belahan dunia ini, memang belum cocok untuk menyesuaikan sistemnya dengan Eight Core Chips yang juga dikeluarkan Intel tahun ini. “Bagi sistem yang menggunakan Quad Core Chips, performa yang ditunjukkan olehnya ternyata justru drop. Kenapa? Windows dan Linux tidak dirancang untuk PC dengan Chip Quad Core dan programmer-programmer yang mempermasalahkan itu masih mencari solusi untuk mengatasi kelemahan ini. Membutuhkan  perangkat bantu penting untuk memecahkan proses-proses melalui multiple core. Apakah masih bermasalah? Sampai detik ini perangkat bantu yang diharapkan bisa digunakan sebagai penyeimbang ternyata belum ada dan masih terus berada dalam tahap riset.” ungkap Mike Chapman.

Superkomputer "K" Komputer, Tercepat Dunia Performa Melebihi 10 Petaflop

RIKEN dan fujitsu baru saja meluncurkan produk hasil kerja samanya, yakni sebuah super komputer tercepat di dunia. Superkomputer yang memiliki nama K computer memiliki tingkat performa mencapai 10.51 Petaflop, lebih tinggi dibandingkan superkomputer tercepat sebelumnya yang hanya mencapai tingkat performa 8 petaflop.
Superkomputer ini dibangun dengan menggabungkan total 88.128 CPU. Di bagian dalamnya, superkomputer ini menggunakan prosesor milik Fujitsu, yakni chip Sparc64 VIIIfx yang memiliki delapan core, TDP 58W dan puncak performa mencapai 12 GFlop pada clock rate 2GHz.
Untuk mencapai tingkat performa 10 petaflop, Fujitsu memasukkan beberapa ekstensi yang dikembangkan untuk cluster high performance, yang memungkinkan sebuah aplikasi untuk dapat memanage L2 shared cache CPU 6MB. Selain itu instruksi ini juga memberikan dukungan untuk SIMD, 256 floating point register per core dan meningkatkan kemampuan sinkronisasi hardware inter-core.