Kamis, 07 Februari 2013

Teknologi Bluetooth, Data dan Fakta..???

Bluetooth menjadi teknologi yang sangat awam pada saat ini. Dengan adanya Bluetooth, menghubungkan antara satu perangkat elektronik dengan perangkat lainnya pun menjadi lebih sederhana. Seiring dengan perkembangan, berbagai perangkat pun banyak dilengkapi dengan Bluetooth. Dari handphone, komputer ataupun headset.
Meskipun sering menggunakan Bluetooth, apakah Anda tahu asal mula penamaan Bluetooth? Selain itu, terdapat fakta-fakta lain tentang Bluetooth yang jarang diketahui oleh orang awam. Berikut ini adalah fakta-fakta tersebut.
1. Penamaan Bluetooth diambil dari salah seorang raja Denmark yang bernama King Harald Blatand. Dalam pelafalan Inggris, nama tersebut dibaca King Harold Bluetooth. Raja ini berkuasa dalam kurun 958 hingga 986. King Harrald pun terkenal sebagai orang yang mampu menyatukan kawasan Denmark, Norwegia dan Swedia.
2. Teknologi Bluetooth pertama diterapkan oleh Ericsson pada tahun 1994. Perusahaan yang berbasis di Swedia tersebut mengadakan penelitian untuk mengetahui keuntungan menggunakan teknologi Bluetooth. Selanjutnya, bersama Intel, IBM, Toshiba serta Nokia, Ericsson menghimpun Special Interest Group (SIG) pada tahun 1998 dan selanjutnya mengeluarkan spesifikasi Bluetooth pertama kali di dunia pada tahun 1999.
3. Bluetooth merupakan salah satu sinyal radio. Sebagai sinyal radio, ternyata Bluetooth tidak cocok digunakan untuk sarana berkomunikasi. Hal ini terungkap setelah Andretti Racing Team menggunakannya. Dan, karena mengandung gelombang radio microwave, penggunaan Bluetooth dikatakan dapat menimbulkan permasalahan kesehatan.
4. Bluetooth memiliki range yang cukup luas. Sebuah perangkat Bluetooth, tetap mampu bekerja dalam jarak 10 meter. Bahkan dalam perkembangan terbaru, Bluetooth mampu bekerja dalam jarak 100 meter.
5. Saat ini, 95 persen handphone yang terjual memiliki konektivitas Bluetooth. Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun 2008 di mana hanya terdapat 5 persen yang ada di pasaran.

Menginstal Custom ROM Baru di Handphone Android, awas...!!!


Salah satu keuntungan utama menggunakan handphone Android adalah kebebasan dalam menginstal ROM custom. Berbagai developer pun banyak yang mengembangkan banyak pilihan custom ROM untuk handphone Android. Terutama adalah handphone Android yang populer di pasaran.
Namun, sebelum menginstall atau flashing handphone Android, Anda juga harus memperhatikan keuntungan dan kerugian ketika menginstal sebuah ROM baru. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian ketika mengaplikasikan custom ROM baru di handphone Android.
Kerugian
- Instalasi sebuah custom ROM baru kemungkinan besar akan membawa permasalahan baru di handphone Android Anda. Bisa saja terdapat salah satu fitur penting di handphone yang tidak bekerja.
- Anda kemungkinan akan secara tidak sengaja memberikan akses aplikasi berbahaya ke handphone Anda. Dengan sembarangan memilih custom ROM dan tidak mengetahui detail teknis custom ROM tersebut, berarti Anda memberikan akses penuh kepada developer untuk mengakses handphone Anda. Jadi, bisa saja data rahasia di handphone Anda akan dicuri atau bahkan dihapus.
Keuntungan
- Kernel. Menggunakan custom ROM biasanya dilengkapi dengan custom kernel. Anda pun akan mendapatkan beberapa fitur tambahan baru berkat adanya custom kernel.
- Peningkatan daya tahan baterai. Sebuah custom ROM biasanya dilengkapi dengan kemampuan untuk mengkalibrasi daya tahan baterai. Dengan menggunakan sebuah custom ROM, Anda akan mendapatkan daya tahan baterai yang lebih baik dibanding stock ROM.
- Tambahan aplikasi. Menginstal sebuah custom ROM, tak jarang dibarengi dengan rooting secara otomatis.
- Overclocking dan underclocking. Anda bisa mengatur sendiri kecepatan dari prosesor dari handphone Android Anda. Namun, dengan menambah kecepatan, Anda tentu harus mengorbankan daya tarik baterai handphone.
- Android versi terbaru. Jika Anda tak ingin menunggu update terbaru dari pihak produsen handphone, Anda bisa menginstall sendiri OS Android terbaru di handphone Anda.
(Via Android Forums)

Minggu, 23 Desember 2012

Menurut Fakta, Manusia Makin Tak Bisa Lepas dari Ponsel

Jakarta - Dalam satu dekade terakhir, peranan ponsel bisa dibilang kian masuk terlalu dalam di setiap relung kehidupan manusia. Ponsel kini menjadi satu-satunya perangkat yang tak bisa lepas selama 24 jam penuh.

Dalam survei Time Mobility yang digelar Qualcomm bersama majalah Time, banyak ditemukan keunikan menarik yang memang tak bisa kita pungkiri faktanya. Hasil dari survei ini juga mengungkapkan bagaimana perangkat mobile telah mengubah dunia.

Dari aspek kehidupan, setiap orang di dunia selalu mengecek ponselnya minimal setiap 30 menit sekali. Tercatat juga bahwa 4 dari 5 orang di dunia selalu menggunakan ponselnya untuk texting. Baik itu untuk SMS, chatting, mengirimkan email, dan lainnya.

Kemudian, 44% responden lebih memilih untuk mendahulukan ponselnya ketimbang mengambil dompet dari sakunya. Lainnya, 7 dari 10 orang di dunia mengaku tetap membawa ponselnya dalam keadaan aktif ke ranjang saat hendak tidur.

Dari aspek bisnis, 9 dari 10 orang mengakui sangat terbantu dengan adanya ponsel. Indonesia bahkan menjadi negara yang paling tinggi ketergantungannya pada ponsel untuk urusan bisnis (74%). Sedangkan urutan keduanya adalah China (68%), Korsel (51%), Brasil (40%), dan AS (28%).

Nah, jika dilihat dari aspek keluarga, kehadiran ponsel justru diakui 2 dari 3 orang membuat mereka merasa jadi orangtua yang lebih baik. Sebab, 50% mengakui mereka bisa terhubung dengan keluarganya kapan pun dan di mana pun tanpa terhalang ruang dan waktu.

Ponsel di sejumlah negara juga telah dimanfaatkan untuk alat politik dan informasi tentang kepemerintahan. Tercatat, negara yang paling sering memanfaatkan ponsel sebagai medium komunikasi dengan warganya adalah China (62%), India (53%), AS (6%), dan Inggris (6%).

Survei ini mengambil sampel 5.000 responden dari berbagai usia dan tingkatan pendapatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, China, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Dari Indonesia sendiri respondennya 600 orang.

Bagaimana dengan Indonesia?

Dalam survei global Time Mobility ini, Indonesia juga menjadi negara yang mendapatkan perhatian khusus. Ponsel kini telah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang.

Menurut Ben Siagian, Country Manager Qualcomm Indonesia, ponsel bukan lagi barang mewah. Mulai dari smartphone termahal puluhan juta rupiah hingga ponsel feature phone kelas bawah hingga Rp 100 ribu laku di pasaran.

"Bukan cuma orang kaya, tukang ojek dan tukang sayur di Indonesia juga sudah punya ponsel. Bahkan ada yang punya dua sekaligus. Ponsel telah banyak membantu bisnis mereka," ujarnya dalam diskusi santai dengan media di LeSeminyak, Pacific Place, Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Dalam temuan Qualcomm, ponsel telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Disebutkan, 63% orang Indonesia percaya bahwa teknologi nirkabel mobile telah meningkatkan taraf hidup manusia.

93% masyarakat juga mengakui bahwa teknologi mobile wireless telah menjadikan Indonesia sebagai negara yang efisien dalam menjalani bisnis. 91% masyarakat juga percaya, ponsel dengan koneksi nirkabel ini telah membantu mereka memperluas kesempatan kerja.

Kemudian, 9 dari 10 responden Indonesia juga mengatakan, ponsel seluler telah memainkan peranan penting dalam sektor pendidikan dan kesehatan di negeri ini. Dan uniknya, 62% anak-anak di Indonesia telah memiliki ponselnya sendiri.

"Saya tidak melihat ini ke arah negatif, kecuali anak-anak ini tidak terkontrol. Itu sebabnya butuh bimbingan dan pengawasan orang tua. Anak-anak memang cepat beradaptasi dengan ponsel, ini positif asalkan ada edukasi dan kedisiplinan," pungkasnya. 
sumber : http://forum.detik.com/menurut-fakta-manusia-makin-tak-bisa-lepas-dari-ponsel-t591568.html