Kamis, 07 Februari 2013

Ubuntu for Android di 2 Januari 2013, Siapa..???

Canonical baru saja mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan produk Ubuntu yang benar-benar baru pada 2 Januari 2013 besok. Dan, mereka pun masih bungkam mengenai produk apa yang bakal mereka perkenalkan kepada publik tersebut.
Namun, dari sekian banyak dugaan, kemungkinan besar bahwa Canonical akan meluncurkan Ubuntu for Android. Pengumuman tersebut bisa saja merupakan langkah awal dari Canonical untuk memberitahukan kepada publik bahwa mereka sudah memulai pengembangan Ubuntu untuk tablet dan smartphone.
Founder Canonical, Mark Shuttleworth sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa Ubuntu saat ini masih belum siap digunakan untuk perangkat mobile. Dia pun mengatakan bahwa OS Ubuntu untuk tablet dan smartphone masih belum akan siap hingga 2014. Namun, karena Ubuntu merupakan sistem operasi open source, tidak akan heran jika langkah penyelesaian OS ini terkadang tidak sesuai dengan jadwal, bisa lebih cepat atau bahkan lebih lama.
Penyematan OS Ubuntu pada perangkat mobile sebelumnya memang pernah dilakukan. Salah satunya adalah menggunakan handphone Motorola Atrix 2.

Internet Indonesia, Data dan fakta...????

Indonesia memang negeri yang cukup aneh, dalam hal ini adalah penggunaan internet. Masyarakat Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk browsing di internet. Sayangnya, hal tersebut tidak didukung dengan infrastruktur yang mumpuni.
Dalam sebuah survei terbaru yang dilakukan Nielsen, terungkap bahwa Indonesia menjadi pengguna internet dari perangkat mobile tertinggi di Asia. Dari total 55 juta pengguna, 48 persen di antaranya mengakses dari perangkat mobile. Jumlah tersebut mengalahkan Thailand dan Singapura.
Di sisi lain, dari data milik Akamai beberapa waktu lalu, Indonesia menjadi negara dengan kecepatan internet paling lelet di Asia. Bayangkan saja, kecepatan rata-rata internet di Indonesia hanya 0.8Mbps. Kecepatan tersebut jauh di bawah kecepatan rata-rata dunia yang mencapai 3Mbps.
Dari segi jangkauan fiber optik, Indonesia pun jauh tertinggal dibandingkan negara ASEAN lain, bahkan termasuk yang paling rendah. Berdasarkan data tahun 2010, prosentase fiber optik di Indonesia hanya 2.8 persen. Padahal Singapura sudah mencapai 82.9 persen, Malaysia 22.6 persen dan Vietnam 16.5 persen.
Biznet yang merupakan salah satu provider internet terkemuka di Indonesia pun berencana untuk menambah jaringan hingga 10 kilometer pada 2012 ini. Hingga tahun 2011, mereka telah memiliki total 2500 kilometer fiber optik.
Pemerintah pun sebenarnya telah berupaya untuk meningkatkan fasilitas. Salah satunya adalah pemerintah kota Bandung ingin menjadi cyber city. Pihak pemerintah kota Bandung pun berusaha untuk membangun RW Net yang akan memberikan layanan hotspot secara gratis kepada masyarakat. Program ini menurut rencana akan rampung pada 2013.
Permasalahan tidak berhenti di situ. Sebagian besar pengguna internet di Indonesia adalah kalangan remaja. Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPP) Kemenkominfo Budi Setiawan mengatakan bahwa kebanyakan yang mengakses internet di Indonesia berusia antara 15-20 tahun. Selain itu usia 10-14 tahun adalah yang paling dominan.Dengan tingginya minat para remaja, pendidikan internet yang sehat harus menjadi perhatian serius. Tak jarang kita melihat peristiwa penculikan yang memanfaatkan jejaring sosial Facebook dan sejenisnya. Target utamanya adalah para remaja perempuan yang mudah untuk digoda.

Teknologi Bluetooth, Data dan Fakta..???

Bluetooth menjadi teknologi yang sangat awam pada saat ini. Dengan adanya Bluetooth, menghubungkan antara satu perangkat elektronik dengan perangkat lainnya pun menjadi lebih sederhana. Seiring dengan perkembangan, berbagai perangkat pun banyak dilengkapi dengan Bluetooth. Dari handphone, komputer ataupun headset.
Meskipun sering menggunakan Bluetooth, apakah Anda tahu asal mula penamaan Bluetooth? Selain itu, terdapat fakta-fakta lain tentang Bluetooth yang jarang diketahui oleh orang awam. Berikut ini adalah fakta-fakta tersebut.
1. Penamaan Bluetooth diambil dari salah seorang raja Denmark yang bernama King Harald Blatand. Dalam pelafalan Inggris, nama tersebut dibaca King Harold Bluetooth. Raja ini berkuasa dalam kurun 958 hingga 986. King Harrald pun terkenal sebagai orang yang mampu menyatukan kawasan Denmark, Norwegia dan Swedia.
2. Teknologi Bluetooth pertama diterapkan oleh Ericsson pada tahun 1994. Perusahaan yang berbasis di Swedia tersebut mengadakan penelitian untuk mengetahui keuntungan menggunakan teknologi Bluetooth. Selanjutnya, bersama Intel, IBM, Toshiba serta Nokia, Ericsson menghimpun Special Interest Group (SIG) pada tahun 1998 dan selanjutnya mengeluarkan spesifikasi Bluetooth pertama kali di dunia pada tahun 1999.
3. Bluetooth merupakan salah satu sinyal radio. Sebagai sinyal radio, ternyata Bluetooth tidak cocok digunakan untuk sarana berkomunikasi. Hal ini terungkap setelah Andretti Racing Team menggunakannya. Dan, karena mengandung gelombang radio microwave, penggunaan Bluetooth dikatakan dapat menimbulkan permasalahan kesehatan.
4. Bluetooth memiliki range yang cukup luas. Sebuah perangkat Bluetooth, tetap mampu bekerja dalam jarak 10 meter. Bahkan dalam perkembangan terbaru, Bluetooth mampu bekerja dalam jarak 100 meter.
5. Saat ini, 95 persen handphone yang terjual memiliki konektivitas Bluetooth. Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun 2008 di mana hanya terdapat 5 persen yang ada di pasaran.