Sabtu, 15 Mei 2010

TEMPAT PRAKERIN

Inilah saat aq ma tmen2 aq gi di tempat prakerinq yang da di semarang yaitu di BPM ( balai pengembangan multimedia ) wah tempatnya asyik, disini aq ma temen2 aq belajar membuat MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF n sebagainya hehehe
eh iya teman2 klu teman2 punya cara membuat MPI kasih taw aq ya, n nnti ilmu yang aq dapatkn di BPM akan aq bagikan pada teman2....
tapi sayangnya disna hnya aq n temen2 aq ja g ada siswa dari sekolah lain adanya cuman anak kuliahan hehe tpi enak sich, bisa maen game yang syik ma mereka hehe......

Kamis, 22 Oktober 2009

THE MEMORIAL

Ini adalah sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan sampai kapanpun, walaupun kenangan ini sudah lama tapi masih teringat jelas diingatanku....
pengalaman ini adalah pengalaman yang sangat menarik sekali bagiku, kalau teman-teman bisa menjadi seperti saya mungkin teman-teman juga akan merasakan seperti apa yang saya rasakan sekarang ini.
saya mempunyai banyak teman berkat mengikuti pelatihan paskibraka, karena teman-teman saya berasal dari seluruh kab/kota sejwa tengah...
wah pokoknya asyik sekali bisa menjadi salah satu anggota paskibraka provinsi jawa tengah tahun 2009. mungkin baru kali ini saya mendapat pengalaman kayak gini karena pengalaman ini bisa melatih kemandirian,mental,kedisiplinan dan tanggung jawab tidak lupa juga melatih kepemimpinan.... sekian cerita pendek saya....

Sabtu, 17 Oktober 2009

Kalender Suci meramalkan tentang 2012

Kalender suci bangsa Maya atau Tzolkin adalah pintu memasuki pemikiran suatu peradaban sangat maju di dunia Barat sebelum kedatangan bangsa-bangsa Eropa. Para ahli meyakini, astronomi Maya Kuno adalah pencapaian intelektual yang menakjubkan, setara dengan geometri Mesir Kuno dan filosofi Yunani.
Banyak orang percaya, kalender berusia 2.000 tahun itu lebih akurat dibandingkan kalender Gregorian yang digunakan sejak tahun 1582.
Bangsa Maya Kuno hidup pada awal milenium pertama sesudah Masehi di wilayah Mesoamerika, yang membentang dari Meksiko Utara ke Honduras, di utara Semenanjung Yucatan. Penduduknya berjumlah 5 juta sampai 14 juta orang, bermukim di kota-kota yang kini dikenal sebagai Meksiko Selatan, Guatemala, dan Belize.
Dalam The Mayan Calendar and the Transformation of Consciousness (2004), Carl Johan Calleman PhD menulis, selain kebudayaan yang tinggi di bidang seni dan arsitektur yang ditemukan di kawasan-kawasan piramida, seperti Palenque, Tikal, Copán, dan Chitchén Itzá, bangsa Maya Kuno sangat dikenal kemampuannya dalam ilmu astronomi dan matematika. Bangsa inilah yang pertama menggunakan angka nol (0).
Bangsa Maya Kuno terobsesi pada waktu. Menurut Lawrence E Joseph dalam Apocalypse 2012 (2007), mereka menciptakan sedikitnya 20 kalender, disesuaikan dengan berbagai siklus, mulai dari kehamilan hingga panen, bulan hingga Venus. Penghitungan orbitnya sangat akurat dengan selisih hanya satu hari setiap 1.000 tahun.
Reruntuhan kota-kota mereka, menurut Jared Diamond dalam Collapse: How Societies Choose to Fail or Survive (2005), baru ditemukan tahun 1839 oleh ahli hukum dari Amerika Serikat, John Stephens, bersama juru gambar asal Inggris, Frederick Catherwood. Eksplorasi itu menemukan 44 kota dan tempat.

Terobsesi siklus
Yang terpenting bagi masyarakat Maya Kuno adalah etos kosmis. Kedamaian berarti sikap harmoni dengan gerakan abadi alam semesta. Akibat terpaku pada siklus, mereka tidak menyadari perubahan di sekitar mereka.
Hal ini mungkin menjelaskan keambrukan bangsa itu. Meski ada yang meyakini mereka moksa, Jared Diamond secara metodologis menjelaskan, penyebabnya adalah hancurnya daya dukung lingkungan karena bertani dan membabat hutan secara berlebihan, serta pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi.
Pandangan itu dikonfirmasi penelitian Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menemukan serbuk sari terperangkap dalam sedimen berusia 1.200 tahun—menjelang keruntuhan peradaban Maya—di sekitar wilayah Tikal. Itu pertanda deforestasi masif; pepohonan lenyap, tinggal rumput.
Penyebab lain adalah perang terus-menerus memperebutkan kekuasaan dan sumber daya alam. Kurang dari satu abad, jumlah penduduk berkurang 80-90 persen. Menurut Diamond, perhatian para pemimpin saat itu tampaknya berpusat pada masalah jangka pendek. Mereka serakah, gila kuasa, dan menindas.
Namun, keruntuhan dramatis itu tidak menihilkan kearifan bangsa Maya Kuno, khususnya tentang ramalan bencana yang belum tertandingi. Penyerbuan Spanyol atas perintah Roma tahun 1519 sudah diramalkan dengan bantuan bintang-bintang di angkasa.
Ramalan itu menyelamatkan teks-teks kuno—yang masih disimpan para tetua di pedalaman—di antara ribuan teks yang dibakar penjajah dan empat buku tentang Kalender Maya yang kemudian ditemukan di Eropa.