Tuesday, 3 February 2009

PERJUANGAN TIGA SAHABAT

PERJUANGAN TIGA SAHABAT

Inilah kisah nyata dari perjuangan tiga sahabat yang menempuh pahitnya hidup didunia ini........mungkin kalian mengira kalau yang menempuh perjuangan ini adalah seseorang anak dewasa, tapi kalian salah yang menempuh perjuangan ini adalah seorang anak yang baru berusia 16 tahun. Ketiga sahabat ini anggab aja bernama Aldo, Briyan, dan Ian, kisah ini terjadi pada waktu bulan Ramadhan, bermula dari Ian ketemu dengan Aldo disebuah masjid kedua orang itu sepakat untuk mencari Kertas foto Dikota, perjalanan ini terjadi sesudah sholat isya’,sesudah Aldo dan Ian berangkat mereka berdua mengajak satu sahabat lagi yang bernama Briyan,ketiga sahabat itu menempuh dengan pakean seadanya dengan cara Jalan kaki menuju kota, aduh sungguh menderitanya ketiga sahabat itu apalagi Aldo, Aldo menempuh perjalanan kekota dengan jalan kaki dengan tidak memakai alas kaki, aduh sungguh menderitanya dia, sekarang cerita tentang Ian, perjalanan Ian kekota malahan memakai pakean seadanya dengan celana boxer, baju kumel dan pake sarung yang dikalungkan dileher, Briyan dan Ian penderitaannya sama.

Sesampainya ketiga sahabat itu dikota mereka menuju kesebuah toko besar yang menjual kertas foto yang kami bertiga inginkan, nasib-nasib ketiga sahabat itu masuk ketoko itu seperti anak yang tidak terawat sama sekali, tapi kami bertiga tetap percayadiri dengan penampilan kami walaupun ada sedikit rasa malu dihati kami, akhirnya kami bertiga mendapatkan apa yang kami inginkan, tidak sia-sialah perjuangan kami menempuh perjalanan yang cukup melelahkan apalagi waktu pulung kami kehausan akhirnya dengan uang yang secukupnya kami membeli minum dan mebeli cemilan untuk mengganjal perut kami.......aduh capeknya!!! Kami bertiga kecapean banget sebab kami menempuh jarak 8 km termasuk perjalanan pulang juga, tidak terasa kami bertiga sudah sampai ditempat kos-kosan kami dan akhirnya kami melepaskan lelah tapi sungguh mengenaskannya kaki kami bertiga sebab kaki kami seperti kaki gajah he..he...tapi tidak kenapa-napa, sesudah itu kami membersihkan kaki kami dengan mencuci kaki kami,,,,,tanpa ragu-ragu lagi kami tidur pulas dan selesailah perjalanan kami bertiga menempuh pahitnya hidup.........

By Eko Yunianto

0 komentar:

Post a Comment