Jumat, 24 Agustus 2012

Steve Wozniak: Teknologi Itu Mimpi

Steve Wozniak (foto:stevewozid.com)
SELASA, 17 Juli 2012 sore, Gedung Balai Kartini, Jakarta mendadak sesak. Sekelompok orang riuh ramai memadati sudut-sudut ruangan yang sudah tersedia kursi di dalamnya.

Mereka datang bukan untuk menyaksikan konser musik atau pertunjukan teater, melainkan mendengar langsung ceramah Steve Wozniak, Co-founder sekaligus karyawan pertama yang turut membesarkan nama Apple bersama Steve Jobs.

Untuk bisa menyaksikan langsung, panitia membandrol harga bervariatif, mulai dari Rp2,200,000 (silver), Rp2,750,000 (gold) sampai dengan Rp3,850,000 juta (platinum).

Steve Wozniak yang sudah tiga hari berada di Jakarta, sejak hari pertama kedatangannya, Senin, 15 Juli 2012 ini, berhasil menyirep para penggemarnya. Terlebih, ketika ia mulai berceramah, tepuk tangan para peserta langsung menggema ruangan Nusa Indah Theatre. 

Pria bertubuh tambun yang tampil dengan setelan jas hitam itu mengaku tidak pernah bermimpi bisa tampil dihadapan ratusan orang Indonesia. Tapi karena kecintaannya akan teknologi, membuat dirinya bisa seperti sekarang ini, bisa membahagiakan orang lain melalui teknologi. Terlebih setelah sukses membuat perusahaan Apple.

Makanya dia menyebut bahwa, "Teknologi itu mimpi," dan sebuah komputer itu adalah teknologi. "Dia bisa melakukan banyak hal dan bisa diprogram ulang," ujar Woz disambut riuh tepuk tangan peserta seminar.

Dalam filosofinya, teknologi mestilah sesuatu yang sederhana dan tidak rumit. Teknologi merupakan sesuatu yang bisa memudahkan kehidupan dan mengubah dunia.

Hal yang dimaksudnya, bisa dilihat melalui smartphone. Perangkat genggam ini merupakan sesuatu yang mampu memperkecil dunia ke dalam genggaman tangan.

Woz berpesan, satu hal yang mesti diperhatikan adalah mana yang dinilai lebih penting antara teknologi dan manusia yang menciptakan teknologi tersebut. 

"Ketika teknologi lebih penting, manusia kan dimodifikasi untuk menjadi seperti teknologi. Tapi ketika manusia lebih penting, maka taknologi akan dimodifikasi sesuai manusia," ujarnya.

Nilai Kreativitas

Teknologi tidak dapat lepas dari ide dan kreativitas. Hal yang dimaksud kreativitas, bagi Woz adalah sebuah proses bertanya kepada diri sendiri.

Pertanyaan ini berasal dari berbagai hal di lingkungannya, dan ketika terjawab maka jadilah sebuah ide. "Ide biasanya datang ketika Anda setengah bangun setengah tidur," ujarnya.

Sedangkan inovasi baginya merupakan proses melahirkan sesuatu yang baru. Inovasi tersebut berasal dari kreativitas yang digabungkan pengalaman sehari-hari.

Kreativitas dan inovasi ini tidak berarti harus berhenti ketika usaha telah berhasil membentuk perusahaan mapan. Keduanya masih bisa dihasilkan perusahaan dengan pertimbangan memperhatikan pasar.

Salah satu hasil kreasi inovasi Wozniak adalah Apple Computer. Bersama Steve Jobs, pria kelahiran 11 Agustus 1950 ini mendirikan raksasa teknologi tersebut.

Padahal, dia sendiri tidak pernah bermimpi untuk mendirikan perusahaan sebesar itu. Ketika memulai Apple pun mereka mengawalinya hanya dengan ide. "Saat saya memulai Apple bersama Steve Jobs, kami tidak punya uang sama sekali. Kami hanya memiliki ide," ujarnya.

Kini, Woz dengan bangga mengklaim penjualan perangkat Apple, seperti iPhone, iPad hingga MacBook, begitu besar.

“Perangkat-perangkat itu merupakan pekerjaan hebat. Kami tidak ingin bersaing memperebutkan siapa penghasil nomor satu, dua, dan seterusnya. Kami hanya ingin membuat barang yang benar-benar bagus,” tuturnya.

Karena itu dia berpesan, ketika muda lakukanlah hal yang Anda yakini untuk hidup Anda sendiri. Karena ketika tua nanti, Anda akan menikmatinya. "Anda harus menunjukkan apapun yang Anda bisa. Jika bisa membuat film, buatlah dan tunjukkan, sehingga orang akan tertarik untuk berinvestasi pada hal itu," pungkasnya.
(amr)
Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone

0 comments:

Posting Komentar