Wednesday, 19 March 2014

Wajah Indonesia Sekarang

Wajah Indonesia sekarang seperti wajah yang masih banyak jerawat yang belum bisa dibersihkan sepenuhnya, masih banyak kotoran-kotoran yang sangat kecil yang bersembunyi diantara lubang-lubang kecil wajah indonesia, banyak aktifitas atau cara yang sudah dilakukan demi membersihkan kotoran-kotoran dari wajah ini tapi semuanya nihil.
Wajah Indonesia sekarang ibarat tumbuhan layu sebelum berbunga, sudah memiliki berbagai macam sumber daya alam yang sangat melimpah tapi tidak ada yang bisa memanfaatkannya sehinggi negara-negara lain yang memanfaatkan sumber daya alam milik kita.
Saya membayangkan jika indonesia seperti china, walaupun banyak investor asing yang ada di negri tirai bambu atau china mereka masih dominan dalam penguasaan pasar dalam negeri, kenapa? Karena Mereka Pintar, Perusahaan Asing yang ada di china dimanfaatkan untuk menimba ilmu semua orang china, sehingga orang china pintar dalam berbisnis karena memperoleh ilmu dari investor asing, Jika ini bisa diterapkan di indonesia sungguh hebatnya Indonesia dengan sumber daya alam yang sangat melimpah, apalagi jika dibandingkan dengan singapura yang luas negaranya bisa dibilang seperti jakarta tapi mereka sangat maju kenapa karena mereka memakai otak, dengan tidak adanya sumber daya alam yang ada di singapura, singapura memanfaatkan kepintaran mereka untuk memajukan negaranya, Jika indonesia bisa seperti itu dengan Sumber daya alam yang melimpah dan dengan didukung dengan SDM yang mumpuni kita akan menjadi MACAN ASIA.
Wajah Indonesia Sekarang "Konstitusi bangsa yang disusun founding father and mother sebenarnya telah memiliki jiwa pemberantasan kemiskinan yang tinggi. Tengoklah pasal 34 UUD 1945 yang dengan tegas menyebutkan “Fakir Miskin dan Anak Terlantar dipelihara oleh Negara”. Ia dengan jelas mengatur soal kewajiban pemerintah untuk menyelesaikan kemiskinan. Kenyataannya, hingga kini kemiskinan masih tinggi. Frasa “dipelihara untuk diurus” kemudian seringkali diplesetkan maknanya menjadi “memelihara agar tetap ada”. Sarkasme? Ini fakta yang harus diterima, senang-tidak-senang, suka-tidak-suka". PERTANYANNYA..
APAKAH PASAL INI MASIH BERLAKU?????????????? 
KALAU SAYA SICH NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO.
MENURUT KALIAN BAGAIMANA?

1 comment:

  1. Sebagai warga yang selalu mencintai keindahan tanah air ini, saya selalu bertanya-tanya, kapan pasal itu bisa benar-benar terjadi, dan berkelanjutan, dan mengubah raut muka indonesian ini ? kapan ?
    #dear:mr:president

    ReplyDelete