Sabtu, 05 November 2011

Microsoft Rilis Mouse MultiTouch

Awal minggu kemarin, Senin (31/10/2011) Microsoft telah merilis produk mouse dengan inovasi terbaru, Touch Mouse, untuk pasar Indonesia. Mouse jenis baru ini lebih intuitif dan mudah digunakan dengan penggunaan gerakan jari untuk melakukan beberapa perintah. "Kami tidak pernah berhenti menciptakan inovasi dan teknologi baru bagi para konsumen. Kini kami memperkenalkan teknologi multitouch yang dapat membantu konsumen melakukan hal-hal inovatif yang  tidak biasa mereka lakukan dengan mouse," ujar Harry Kartono, Retail, Sales & Marketing Lead, PT Microsoft Indonesia.
Microsoft Touch Mouse bekerja dengan mengombinasikan kemampuan standar mouse dengangesture multitouch. Dengan kemampuan multitouch, Touch Mouse memungkinkan penggunanya bernavigasi lebih mudah dan cepat hanya dengan sebuah sapuan/jentikan jari mereka. Kemampuan yang paling istimewa dari Touch Mouse ini adalah saat Anda menggerakkan tiga jari di mouse ke arah atas, akan muncul tampilan preview semua window yang aktif dalam satu layar. "Perintah ini tidak akan Anda dapatkan bila Anda tidak menggunakan Microsoft Touch Mouse dan Windows 7," demikian dikatakan Hermawan Sutanto,  Director Central Marketing Organization, PT Microsoft Indonesia.
Teknologi BlueTrack merupakan teknologi yang eksklusif dimiliki oleh Microsoft, yang memungkinkan pengguna ‘menjelajah’ dengan mouse di atas berbagai permukaan termasuk kayu, batu granit atau batu marmer – tidak lagi tergantung pada permukaan mouse pad yang datar dan halus. Teknologi inilah yang dipakai dalam mouse terbaru Microsoft. Untuk dapat memaksimalkan penggunaan mouse ini maka pengguna disarankan menggunakan sistem operasi Microsoft terbaru, Windows 7. Touch Mouse akan tersedia di toko-toko elektronik mulai hari dan akan dipasarkan dengan harga Rp 749.000.

Jumat, 04 November 2011

Pembuat Virus Conficker “dihargai” USD 250.000

Rupanya kekesalan Microsoft terhadap virus worm Conficker telah memuncak. Tidak hanya memerangi virus worm dengan nama lain Downadup ini saja, namun juga “menghargai” pembuat virus tersebut sebesar USD 250.000 atau sekitar Rp. 2,9 Milyar untuk siapapun yang dapat menangkap pembuat virus tersebut.
Microsoft mencoba untuk menekan pencipta virus internet Conficker yang telah menginfeksi jutaan PC yang menggunakan sistem operasi Windows. Berdasarkan laporannya, Microsoft mempersiapkan hadiah sebesar USD 250.000 kepada semua orang yang dapat memberikan informasi arahan untuk menangkap dan menghukum siapa saja yang bertanggungjawab terhadap kode program yang mengganggu ini.
Raksasa software ini mengatakan juga bahwa mereka juga bekerja sama dengan peneliti keamanan, penyedia domain dan ICANN berharap untuk melengserkan server yang telah meluncurkan serangan. Worm yang muncul pertama kalinya pada akhir tahun ini, memanfaatkan bug yang sangat kritis pada Windows untuk diuraikan dan untungnya bug tersebut telah di patch oleh Microsoft terlebih dahulu pada oktober yang diperkirakan sekitar 12 juta komputer terserang virus ini.
Hadiah USD 250.000 ini mungkin menjadi insentif yang kuat kepada siapapun yang tahu siapa yang bertanggungjawab terhadap Conficker dan ini bukan kali pertamanya Microsoft menawarkan hal serupa. Ditahun 2003 lalu Microsoft pernah menawarkan jumlah yang sama, sebagai tips untuk menangkap dan menghukum mereka yang berada dibelakang virus SoBig dan Blaster. Kemudian pada tahun 2004 Microsoft membayar USD 250.000 kepada dua orang untuk mengidentifikasi remaja yang menulis virus Sasser.
Apakah Anda tertarik dengan nilai USD 250.000 ini? 2,9 Milyar bukan uang yang sedikit lho. Ayo ikutan nangkap pembuat Conficker!

Windows dan Linux Belum Siap dengan Multicore Chips

Saat ini, Microsoft sedang hangat-hangatnya menggembar-gemborkan produk terbarunya, Windows 7. Begitu juga dengan Linux yang salah satunya, Zenwalk yang juga sudah merilis Zenwalk 6.0. Lantas apakah ini berarti bahwa keduanya sudah siap dengan Multicore Chips? Sepertinya kita jangan terlalu cepat-cepat berharap banyak dengan performa yang diperoleh oleh Windows 7. Begitupun juga dengan Zenwalk-nya Linux. Kedua sistem operasi yang banyak digunakan oleh pengguna komputer di seluruh belahan dunia ini, memang belum cocok untuk menyesuaikan sistemnya dengan Eight Core Chips yang juga dikeluarkan Intel tahun ini. “Bagi sistem yang menggunakan Quad Core Chips, performa yang ditunjukkan olehnya ternyata justru drop. Kenapa? Windows dan Linux tidak dirancang untuk PC dengan Chip Quad Core dan programmer-programmer yang mempermasalahkan itu masih mencari solusi untuk mengatasi kelemahan ini. Membutuhkan  perangkat bantu penting untuk memecahkan proses-proses melalui multiple core. Apakah masih bermasalah? Sampai detik ini perangkat bantu yang diharapkan bisa digunakan sebagai penyeimbang ternyata belum ada dan masih terus berada dalam tahap riset.” ungkap Mike Chapman.