Sabtu, 26 November 2011

Sebagian Besar Toko Online di Indonesia Palsu

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembeli harus waspada saat membeli produk atau jasa di toko online, baik itu yang menggunakan situs buatan atau melalui situs jejaring sosial Facebook. Pasalnya, sekitar 70 persen produk atau jasa yang dijual itu palsu. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan dan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM, Ahmad M Ramli menyatakan pemerintah saat ini sedang mendata pemilik toko baik di toko online maupun toko konvensional, termasuk produk atau jasa yang dijual. "Kita juga sedang menyasar toko online, karena 70 persen dari toko online itu banyak yang menjual produk palsu," kata Ramli di Jakarta, Selasa (14/11/2011). Namun, Ramli masih enggan menyebutkan jumlah toko online yang sudah disurvei yang menjual produk atau jasa palsu tersebut. Ramli mencontohkan pada toko online yang menjual produk obat banyak memalsukan isinya dengan tepung dan cat tembok. Jika demikian, pengguna yang membeli barang palsu tersebut malah tambah sakit karena keracunan. Begitu juga dengan produk otomotif baik sepeda motor atau mobil yang dijual terlalu murah. Ramli menduga penurunan harga itu disebabkan karena penjual mencampur suku cadang yang sudah kadaluarsa atau kualitas rendah sehingga tidak membayar royalti ke pemegang merek. "Pengaturan ini lebih disebabkan karena kami ingin melindungi hak konsumen. Bagaimanapun, masyarakat juga punya hak memakai produk atau jasa yang benar dan aman," jelasnya. Pernyataan dari perwakilan pemerintah ini bukan tanpa sebab karena tingkat konsumsi barang palsu di Indonesia termasuk sangat tinggi. Sekadar catatan, hal itu pernah diungkap dari hasil survei yang dilakukan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dan LPEM-FEUI yang melibatkan 500 responden di Jakarta dan Surabaya. Sektor industri dengan barang palsu yang masih banyak beredar di pasar dan digunakan masyarakat yaitu pakaian (30,2 persen), software (34,1 persen), barang dari kulit (35,7 persen), sparepart (16,8 persen), lampu (16,4 persen), elektronik (13,7 persen), rokok (11,5 persen), minuman (8,9 persen), pestisida (7,7 persen), oli (7 persen), kosmetika (7 persen), dan farmasi (3,5 persen). Pemalsuan tertinggi dari sektor industri barang yaitu produk kulit dan software. Kedua jenis ini memiliki perbedaan harga yang sangat tinggi antar produk asli dan palsu.

Microsoft Cari Local Heroes Software di Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Microsoft Indonesia kini sedang mencari para "local heroes" yang sukses mengembangkan software buatannya. "Untuk mendorong semakin banyak orang membuat software," kata Hermawan Sutanto, Director Central Marketing Organization Microsoft Indonesia, di Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2011. Menurut dia, setidaknya ada tiga kriteria yang menjadikan sebuah perusahaan atau seseorang menjadi local heroes peranti lunak. Pertama, mereka sudah terjun di dunia bisnis dan berkembang. Kedua, belum masuk ke dunia bisnis, tapi sudah memiliki business plan yang jelas. Ketiga, para pembuat software yang memiliki potensi untuk terus mengembangkannya. Hermawan mencontohkan, ada satu perusahaan software di Tanah Air, PT Intersoft Solutions, yang berhasil menembus pasar Eropa dan Amerika Utara. "Perusahaan ini menjual modul share point untuk membuat aplikasi," ujarnya.

Ada pula Knowledge Center Terpadu yang berbasis komputasi awan yang diterapkan di Provinsi Papua. Portal www.papuadev.info yang berbasis cloud ini dibangun oleh Dinas Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Provinsi Papua dan Badan Pusat Statistik Papua. Hermawan menjelaskan bahwa Microsoft mendorong masyarakat Indonesia untuk membuat software supaya mereka sadar bahwa peranti lunak pun dapat memberikan penghasilan. "Selain itu juga supaya masyarakat sadar akan Hak Kekayaan Intelektual," katanya. Perusahaan yang didirikan Bill Gates ini menerapkan program DreamSpark sebagai sarana bagi siapa saja untuk dapat membuat peranti lunak. Di Indonesia, program tersebut digelar dengan menggandeng sekitar 15 perguruan tinggi di berbagai daerah, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Bina Nusantara, dan sebagainya. Hermawan, yang baru "datang" dari kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat, menyayangkan masih sedikitnya peserta DreamSpark di Indonesia yang jumlahnya "baru" ratusan orang. Sementara di negara-negara, seperti Brasil, Cina, dan India, peserta DreamSpark mencapai ribuan orang. "Bisa jadi karena belum mengetahui informasinya atau belum dapat inspirasi akan membuat software apa," katanya.(RINI KUSTIANI)

Sabtu, 19 November 2011

Teknik Brush dan Pewarnaan

Hehehehe... sekalai lagi saya posting lagi hasil rekayasa foto saya, mungkin para pembaca bertanya-tanya kalau g pasti siapa sich ini ya kan... g usah kuatir saya perkenalkan siapa saja yang ada difoto ini, foto ini ya saya sendiri dan ditemani belahan hati saya hehehe.. sok banget sich.. tapi gpp eksis pa sanga belahan hati no problem ya g, langsung adja kepokok bahasan, bagaimana dan apa yang digunakan dalam mengedit foto ini?
ya trik dan teknik dalam pengeditan foto ini tidak begitu susah karana hanya memerlukan berbagai kumpulan foto teman-teman saja kayak saya memakai foto kumpulan jalan-jalan hehehe...
ya sama teknik brush dan teknik pewarnaan saja, kalau teman-teman sudah mengetahui dasar dari photoshop pasti mudah kok membuat berbagai macam karya menggunakan photoshop yakin dech, saya saja hanya hobi lama-klaman ya pelan-pelan mulai bisa, tapi ingat keahlian ini tidak dipengaruhi bakat tapi dipengaruhi oleh seberapa sering kita latihan dan mengasah kemampuan atau skil kita dalam mendisain, saya akui saya lemah dalam art tapi saya yakin dengan belajar pasti saya akan menemukan karakter rekayasa foto saya sendiri semangat buat teman-teman yang baru saja mempelajari photoshop atau teman-teman yang ragu dengan kemampuannya, asah terus kemampuan anda dan tanamkan rasa yakin dan rasa tidak menyerah walaupun di ejek, caci maki dan di hina, seperti saya sering dihina tapi saya anggab itu semua sebagai motivasi saya dan kalau ingin menegtahui lebih banyak lagi teknik atau triks kunjungi saja BLOG INI terimaksih.