Jumat, 14 September 2012

Lima Aplikasi Office Android Pilihan

Smartphone adalah perangkat yang canggih. Tak heran jika handphone ini pun digunakan sebagai perangkat untuk melakukan pekerjaan. Untuk melakukan hal tersebut, pemilik smartphone membutuhkan sebuah aplikasi perkantoran baik yang gratis ataupun berbayar.
Dengan aplikasi perkantoran tersebut, Anda bisa mengedit sebuah dokumen, membuat dokumen baru ataupun mengirimnya secara langsung melalui email. Berikut ini terdapat lima aplikasi Office dengan fitur yang cukup lengkap untuk Android.
Aplikasi ini merupakan aplikasi office dengan fitur premium yang bisa diunduh secara gratis. Kingsoft Office memiliki fitur seperti editing, copy, cut, paste serta berbagai jenis format penulisan, dari font, bold, header, footer dan lain-lain. Bahkan Anda juga bisa lekaukan editing gambar, text box, formula dan lain-lain yang disisipkan ke dalam dokumen.
Documents To Go merupakan aplikasi Android dengan fitur standar, untuk membaca sebuah dokumen. Format yang bisa didukung oleh Documents To Go antara lain adalah Word, Excel, PowerPoint serta Attachment. Dan, jika Anda ingin mengedit dokumen, Anda pun bisa mengunduh versi berbayar dari aplikasi ini dengan harga $14.49 USD.
Olive Office ini terbilang sebagai aplikasi office dengan fitur yang lengkap meskipun bisa diunduh secara gratis. Aplikasi ini bisa mendukung edit dokumen dengan format Word, Excel dan PowerPoint. Selain itu, aplikasi ini pun dapat digunakan untuk membuka dokumen dengan format PDF, cham dan mht.
Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, yakni gratis dan berbayar. Quickoffice ini pun merupakan aplikasi office yang banyak digunakan oleh para pengguna handphone Android. Keunggulan dari aplikasi ini adalah harganya yang murah dan memiliki ukuran file yang tidak besar. Aplikasi ini pun bisa membaca serta mengedit dokumen dengan berbagai format file, seperti excel, word, powerpoint, zip, PDF serta attachment.
Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi berbayar dengan fitur yang lengkap. dengan aplikasi berbayar dari Office Suite Pro 6 ini, Anda bisa menambahkan header, footer serta nomor halaman pada dokumen word. Kalau Anda hanya ingin menampilkan dokumen, Anda pun bisa mengunduh versi gratisnya, yakni Office Suite Viewer.

Google dan Khan Academy Adakan Kontes Pencarian Guru Pendidikan Youtube

Apakah Anda adalah orang yang berdedikasi pada pendidikan? Anda juga tertarik untuk lebih membagikan ilmu kepada lebih banyak orang? Mungkin Anda bisa mencoba mengikuti kontes yang diadakan oleh Khan Academy yang bekerja sama dengan Google.
Kedua perusahaan tersebut baru saja meluncurkan sebuah kontes yang digunakan untuk mencari bintang YouTube dalam bidang pendidikan. Ajang ini pun didukung oleh beberapa situs besar yang berkecimpung dalam bidang pendidikan seperti EdX, P2PU, Skillshare, Codecademy dan Coursera.
Program pencarian bakat ini mereka sebut sebagai the Next EDU Gurus:” 10 Super Talented and Endgaging Content Creators”. Google dan Khan Academy pun akan menyediakan para peserta dukungan berupa training, promosi serta gift card senilai $1000 USD untuk keperluan peralatan produksi.
Dalam kontes ini, terdapat 10 pemenang yang akan dipilih secara langsung oleh Khan Academy dan tim edukasi dari YouTube. Sayangnya, kontes ini hanya berlaku bagi mereka yang tinggal di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia atau Selandia Baru.
(Via The Next Web)

Pemerintah Amerika Serikat Buka Cyber Security Center Bernilai 9 Juta USD

Pemerintah AS menjanjikan pendekatan yang lebih terkoordinasi untuk serangan cyber, dengan pembangunan Pusat Keamanan Cyber atau Cyber Security Center yang bernilai 9 juta USD (sekitar 90 milyar rupiah).
National Cyber Security and Communications Integration Center di Virginia utara akan mengintegrasikan US Computer Emergency Readiness Team dengan National Coordinating Center for Telecommunications.
Ternyata sistem komputer pemerintah AS telah diteliti misinya sekali sehari oleh para hacker potensial, para pelaku kejahatan dan para musuhan negara bangsa.
Sementara itu, berbicara kepada eksekutif Chamber of Commerce, senator Joe Lieberman yang menjabat sebagai head of the Senate Homeland Security and Government Affairs Committee mengatakan bahwa Amerika itu telah tertinggal dalam memerangi kejahatan komputer.
Ia menyerukan pembentukan sebuah hub pusat bagi badan federal dan perusahaan swasta untuk berbagi informasi tentang ancaman cyber.
Hub pusat tersebut akan dipimpin oleh seorang presidential cyber security csar yang akan mengawasi anggaran dan pengeluaran cybersecurity yang dilakukan oleh badan-badan federal, termasuk Departemen Pertahanan. Dan ini telah mendapat lampu hijau dari presiden Barack Obama. viaberitateknologi