Sabtu, 22 Desember 2012

Lengan Robotik Bantu Orang Lumpuh Bergerak dengan Kendali Pikiran

Layaknya ini bukan sebuah tipuan atau adegan dalam film, tapi ini memang benar-benar ada. Dengan sebuah alat yang membaca gelombang pikiran, seorang wanita lumpuh mampu menggerakkan lengan robotik hanya dengan berpikir saja. Ditunjukkan pada sebuah video, dengan bantuan alat tersebut wanita ini memerintahkan lengan robotik untuk memberinya minuman cokelat dan membantunya memindahkan barang sehari-hari di mana lengan robot ini dikontrol lewat pikiran!

Bagi Jan Scheuermann, wanita 53 tahun asal Pittsburgh ini, lengan robot ini sudah seperti lengannya sendiri. Dia didiagnosa mengalami gangguan otak degeneratif sejak 13 tahun yang lalu sehingga organ tubuh leher dan ke bawahnya lumpuh total.



“Ini sangat keren,” ujar Scheuermann selama konferensi pers. “Aku memindahkan barang-barang. Aku tidak dapat bergerak selama sekitar 10 tahun belakangan…Ini bukan masalah berpikir ke arah mana tapi cukup berpikir ‘Saya ingin melakukannya’.”
Dia menunjukkan lengan robotik itu memberinya makan keju dan cokelat panas, serta memindahkan serangkaian objek benda dalam sebuah tes yang dirancang untuk memulihkan korban stroke, dan dia juga mampu melakukannya secepat orang yang sehat pada umumnya.
Para ahli menyebutnya sebagai langkah maju yang luar biasa dimana lengan robotik ini mampu dikendalikan langsung oleh otak. Sistem lainnya telah memungkinan pasien lumpuh untuk mengetik atau menulis sebuah surat dengan car a melalui kendali pikiran. Pengembang dan ilmuan memprediksi teknologi ini pada akhirnya dapat digunakan untuk memotong kerusakan saraf dan membangkitkan kembali otot yang lumpuh.
Sementara itu, dikabarkan pula bahwa sistem serupa juga dikembangkan oleh para peneliti AS yang mana sedang berupaya agar robot ‘exoskeletons’ ini dapat membantu orang lumpuh agar bisa berjalan.
“Ini memberikan harapan baru,” kata Michael Boninger, salah seorang yang bekerja pada penelitian tersebut, “Pada hari pertama kami membantunya menggerakkan lengan robotik, ada senyum sukacita yang luar biasa saat itu. Dia bisa berpikir untuk menggerakkan tangannya dan akhirnya terjadi.”
Sebuah teknologi menarik yang nantinya akan memberikan harapan jangka panjang untuk orang-orang yang mengalami kelumpuhan, semoga saja nantinya teknologi ini bisa menyebar hingga ke Indonesia.

Senin, 17 Desember 2012

Facebook Groups di Google+

Google memang menyadari potensi Facebook untuk membahayakan posisi Google sebagai penguasa media Internet melalui jaringan social networknya yang telah memiliki 1 miliar anggota. Oleh karena itu Google+ yang telah diluncurkan beberapa tahun lalu terus ditingkatkan dan diperbaharui baik dari sisi tampilan maupun fitur.
Kali ini Google telah menambahkan fitur Google+ Communities di Google+ yang merupakan fitur mirip Facebook Groups yang bertujuan menciptakan komunitas-komunitas lebih spesifik berdasar minat, topik atau lokasi di dalam Google+.
Menurut Google, Google+ saat ini memiliki tingkat pertumbuhan jumlah anggota yang sangat cepat, lebih dari 500 juta orang telah tergabung, dan 235 juta di antaranya aktif di aplikasi yang terkait dengan Google+ (melakukan + di Google Play, membuka akses Gmail, terhubung dengan teman di Search) dan 135 juta di antaranya aktif di Google+ stream.
Dengan  Google+ Communities kita bisa mendapatkan fitur berikut:
  • Grup privat atau publik dari berbagai topik dan minat, sampai grup berdasar tempat/area di daerah tempat Anda tinggal
  • Kategori diskusi/percakapan
  • Pilihan memulai hangout dan merencanakan acara bersama anggota komunitas
  • Fasilitas berbagai dengan komunitas melalui tombol + di web

Install Banyak Sistem Operasi dengan MultiROM

Tablet Google Nexus 7 memang tablet dengan spesifikasi lumayan yang bisa menjalankan OS baik Android maupun Ubuntu. Tapi bagaimana kalau kita menginginkan tablet dengan multi OS alias bisa pilih OS saat booting awal.
Ada solusi bernama MultiROM yang dapat menginstall beberapa OS sekaligus pada Tablet Nexus 7 ini sehingga kita dapat memilih OS yang ingin dijalankan saat booting.
Tapi dalam mencoba, tolong berhati-hati karena ada resiko kehilangan data atau malah merusak perangkat karena hal ini terkait boot sector dan partisi data.
MultiROM memiliki fitur boot manager dan custom recovery, Anda dapat menginstallnya tanpa menghapus software yang sedang terinstall di Nexus 7. Setelah terinstall, Anda dapat boot ke recovery dan pilih Add ROM, kemudian install image Android atau Ubuntu.
Pengembang MultiROM berencana menambahkan dukungan booting dari drive eksternal seperti USB Flash drive atau harddisk, sayangnya Nexus 7 tidak memliki slot SD Card jadi ga mungkin boot dari SD card yah. (Via XDA-Developers)